Profil Tampang Ira Puspadewik, Eks Dirut ASDP, yang Bebas dari Tahanan KPK Usai Dapat Rehabilitasi Dari Presiden Prabowo Subianto
Ira-Instagram-
“The Darkest Night”: Simbol Refleksi Spiritual dan Kemanusiaan
Salah satu momen paling menyentuh dalam acara syukuran tersebut adalah ketika Ira menyampaikan makna di balik ungkapan “the darkest night”—frasa dalam bahasa Inggris yang sempat menjadi sorotan publik di media sosial dan pemberitaan.
Bagi Ira, malam-malam tergelap yang ia lewati di balik jeruji besi bukan hanya ujian fisik, tetapi juga transformasi spiritual. Di sanalah ia menyadari betapa sering manusia melupakan rasa syukur atas hal-hal kecil yang sebenarnya merupakan anugerah besar.
“Di dalam tahanan, saya belajar lagi cara menghargai cahaya—bahkan cahaya paling redup sekalipun. Sering kali kita lupa bersyukur atas hal sederhana seperti bisa tidur nyenyak, berbicara bebas, atau melihat langit terbuka,” ujarnya dengan suara yang bergetar.
Kalimat itu bukan sekadar retorika. Ia menggambarkan pengalaman psikologis yang kompleks—rasa kesepian, ketidakpastian, dan bayangan masa depan yang suram. Namun justru dari situlah Ira menemukan kekuatan baru, keyakinan yang lebih dalam, dan niat untuk terus berkontribusi bagi bangsa setelah masa sulit berlalu.
Babak Baru, Misi yang Belum Usai
Kini, setelah statusnya dipulihkan secara hukum dan moral, Ira Puspadewi memasuki lembaran baru dalam hidupnya. Meski tidak menyebutkan rencana spesifik ke depan, ia menegaskan komitmennya untuk terus berbagi pengalaman, khususnya dalam bidang tata kelola perusahaan, etika kepemimpinan, dan reformasi birokrasi.
Baginya, perjalanan ini bukan akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Ujian mengajarkan saya bahwa integritas bukan hanya soal tidak korupsi, tapi juga soal bagaimana kita bersikap di saat dunia memunggungi kita,” tegasnya.