Cape Verde menjadi salah satu cerita menarik di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan dengan populasi kurang dari 600.000 jiwa ini berhasil melaju hingga babak gugur.

Di fase grup, mereka merebut poin dari Spanyol dan Uruguay, lalu bermain imbang dengan Arab Saudi untuk memastikan tempat di babak 16 besar.

>>> Persib Bandung Resmi Datangkan Ragnar Oratmangoen dan Empat Pemain Anyar Lainnya

Melawan juara bertahan Argentina, Cape Verde mampu menyamakan kedudukan dua kali sebelum akhirnya kalah.

Penampilan heroik para pemain Cape Verde membuat mereka dikenal luas. Kini, banyak yang bertanya ke mana langkah mereka selanjutnya.

Kiper Vozinha dan Bek Pico Lopes

Vozinha menjadi sensasi viral berkat penyelamatan-penyelamatannya.

Ia tampil di acara "FIFA World Cup on FOX After Hours with James Corden" dan pengikut media sosialnya melonjak 20 juta dalam dua pekan.

Saat ini Vozinha berstatus bebas transfer.

Roberto "Pico" Lopes menjadi pilar pertahanan dengan bermain penuh di setiap menit turnamen. Ia adalah kapten Shamrock Rovers di Liga Irlandia dan akan memasuki tahun kesepuluh bersama klub.

Pencetak Gol Bersejarah

Sidny Lopes Cabral mencetak gol terbaik turnamen saat melawan Argentina.

Ia kemudian pindah ke Trabzonspor di Turki dengan nilai transfer €10 juta setelah sebelumnya bermain untuk SL Benfica di Portugal.

Pina mencatatkan namanya dalam sejarah Cape Verde sebagai pencetak gol pertama mereka di Piala Dunia, saat melawan Uruguay.

>>> Prancis Tantang Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026

Ia bermain untuk Krasnodar di Rusia sejak 2022 dan telah memperpanjang kontrak hingga Juni 2027.

Deroy Duarte mencetak gol penyeimbang melawan Argentina yang memaksa pertandingan ke perpanjangan waktu. Ia kini bermain di Bulgaria bersama Ludogorets, dengan kontrak hingga 2028.