Film epik fantasi terbaru Christopher Nolan, The Odyssey, telah memicu kegilaan internet dan kehebohan teknis menjelang perilisan teatrikal nasional pada 17 Juli 2026.

Film beranggaran USD 250 juta ini menjadi tonggak penting karena seluruhnya direkam dengan kamera film IMAX di enam negara.

>>> Boston Rayakan Hari Kemerdekaan dengan Konser Pops dan Drone Bersejarah

Produksi menghadirkan tantangan teknik unik akibat ukuran besar blok peredam suara yang dirancang untuk sistem IMAX 15/65, menurut YMCinema.

Untuk mengatasi masalah ketika rumah kamera menghalangi garis pandang langsung antara aktor selama adegan dialog, kru menerapkan sistem cermin khusus untuk memulihkan kontak mata yang krusial.

Komitmen pada Kualitas Visual

Sinematografer Hoyte van Hoytema menjelaskan sifat tanpa kompromi dalam menggunakan kamera format besar untuk produksi ini.

"IMAX adalah kamera yang tidak berbohong," kata van Hoytema.

Van Hoytema menekankan bahwa produksi dengan sengaja menerima ketidaknyamanan fisik dari kamera berat dan lokasi terjal untuk memberikan pengalaman visual terbaik.

"Kami sebagai pembuat film tidak seharusnya merasa nyaman. Kami seharusnya menyajikan pengalaman terbaik bagi penonton," ujarnya.

Sutradara Christopher Nolan mencatat skala besar adaptasi puisi Yunani kuno karya Homer, dengan syuting selama 91 hari yang menghasilkan lebih dari 2 juta kaki film.

"Ini adalah usaha besar, tidak diragukan lagi," kata Nolan kepada New York Times. "Saya rasa saya tidak akan merasa siap untuk membuat film ini sampai sekarang."

Lonjakan Permintaan Tiket

Antisipasi film ini memicu kekurangan tiket signifikan dan situs web crash saat tiket akhir pekan pembuka IMAX 70mm dijual pada Juni, menyebabkan kemacetan lalu lintas besar di platform seperti AMC Theatres dan Fandango, menurut Wall Street Journal.