Para peneliti di RMIT University Australia telah menciptakan film plastik yang mampu menghancurkan virus hanya melalui kontak fisik.

Inovasi ini diyakini dapat menjadi pengubah permainan di dunia medis.

>>> Kesehatan Otak di Usia 11 Tahun Bisa Ungkap Risiko Demensia di Usia 70

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Advanced Science. Film plastik tersebut bekerja tanpa bahan kimia atau disinfektan tambahan.

Terinspirasi Sayap Jangkrik

Rahasianya terletak pada nanotekstur permukaan film. Para ilmuwan meniru struktur sayap jangkrik yang memiliki nanopilar setinggi sekitar 200 nanometer.

Nanopilar ini berfungsi seperti paku-paku kecil yang menusuk dan merobek virus. Jarak antar nanopilar hanya 60 nanometer, seribu kali lebih sempit dari sehelai rambut manusia.

Semakin rapat nanopilar, semakin efektif mereka menghancurkan virus. Film ini bekerja murni melalui interaksi fisik.

>>> Houston Hadapi Peringatan Panas Ekstrem saat Akhir Pekan Empat Juli

Uji Laboratorium Berhasil

Film plastik diuji terhadap human parainfluenza virus type 3 (hPIV-3), virus pernapasan yang dapat menyebabkan bronkiolitis dan pneumonia pada bayi serta orang dengan imun lemah.

Hasilnya, material tersebut berhasil menghilangkan atau merusak 94% mikroorganisme yang menyentuhnya. Tidak diperlukan disinfektan tambahan.

Potensi di Masa Depan

Permukaan antivirus ini dapat digunakan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan sebagai pengganti disinfektan konvensional. Selain melindungi pasien dan staf, ini juga ramah lingkungan.

>>> Pittsburgh Perketat Keamanan Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Disinfektan tradisional dapat merusak alam dan kehilangan efektivitas akibat resistensi mikroba. Film plastik ini menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan.