Para peneliti mulai mengungkap bahaya peptide ilegal yang beredar di pasar gelap, terutama melanotan II yang dikenal sebagai 'Barbie drug'.

Anthony Rossi, dokter bedah kulit dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center, memperingatkan bahwa zat ini tidak aman untuk tubuh.

>>> Novel S Rank Bōkensha Dearu Ore no Musume-tachi wa Jūdo no Fathercon Deshita Dapat Adaptasi Anime TV

Melanotan II adalah hormon sintetis yang tidak terdaftar dan dipercaya dapat merangsang sel pigmen untuk memproduksi melanin.

Banyak orang menggunakannya sebagai jalan pintas untuk mendapatkan kulit kecokelatan tanpa berjemur.

Namun, Rossi menjelaskan bahwa peptide ini lebih banyak masalahnya daripada manfaatnya.

Selain memerlukan suntikan rutin, melanotan II dapat berbahaya dan bahkan menyebabkan kanker kulit.

"Orang yang menyuntikkan melanotan, tahi lalat mereka mulai berubah," kata Rossi kepada Axios.

Ia mengaku telah mengangkat tahi lalat kanker dari setidaknya satu pengguna melanotan II.

>>> Netflix Rilis Film Dokumenter Chris Evert dan Martina Navratilova

"Saya tidak melihat manfaat medis sama sekali," tambahnya.

Penelitian masih tertinggal di belakang pasar peptide suntik, tetapi bukti menunjukkan melanotan II tidak aman.

Sebuah studi kasus tahun 2012 menceritakan seorang gadis 16 tahun yang menggunakan melanotan II bersama tempat tidur UV.

Akibatnya, lebih dari 50 tahi lalat di kulitnya bertambah gelap dan membesar, dan satu di antaranya harus diangkat melalui operasi.

Studi klinis tahun 2014 juga menemukan korelasi serupa pada pengguna berusia 20 tahun yang didiagnosis melanoma setelah empat minggu suntikan.

>>> Kimi Antonelli Rebut Pole Position di Grand Prix Inggris

Kesimpulannya, jika Anda ingin kulit kecokelatan, peptide ilegal adalah cara yang paling berbahaya.