Timnas Mesir memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Australia melalui adu penalti.

Pertandingan sengit di Stadion AT&T, Arlington itu berakhir dengan skor 4-2 untuk keunggulan Mesir.

>>> Cara Memaksimalkan 9 Fitur Terbaru WhatsApp 2026 untuk Komunikasi Efektif

Namun, sorotan justru tertuju pada pelatih Hossam Hassan yang merayakan kemenangan dengan membentangkan bendera Palestina di tengah lapangan.

Momen tersebut langsung viral di media sosial dan menarik perhatian publik dunia.

"Lihatlah betapa bahagianya rakyat Palestina untuk kita, terlepas dari kondisi sulit yang mereka jalani," ujar Hossam Hassan, dikutip dari YSScores.

Pelatih asal Mesir itu juga menyampaikan doa bagi para korban konflik di Palestina.

"Kami memohon kepada Tuhan untuk memberikan mereka kemenangan dan merangkul para syuhada mereka dalam rahmat-Nya yang luas," tambahnya.

Drama Adu Penalti

Laga babak 32 besar berlangsung ketat selama 120 menit sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Mesir unggul lebih dulu pada menit ke-13 melalui gol Emam Ashour memanfaatkan umpan Karim Hafez.

>>> Nagelsmann Lengser dan Dapat Rp143 M, Klopp Bersedia Latih Jerman

Australia menyamakan kedudukan pada menit ke-55 setelah bek Mesir, Mohamed Hany, mencetak gol bunuh diri.

Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan usai. Pada adu penalti, dua eksekutor Australia, Harry Souttar dan Lucas Harrington, gagal menjalankan tugasnya.

Kemenangan ini membawa Mesir melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Argentina.

Aksi solidaritas Hossam Hassan menuai beragam respons positif di media sosial.

Banyak warganet memuji sikapnya yang dianggap sebagai pengingat atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Mesir kini bersiap menghadapi laga berikutnya di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, dengan modal kepercayaan diri tinggi.

>>> Anggota TNI Ditikam saat Lerai Perkelahian di Karaoke Mamuju

Piala Dunia 2026 kembali menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya soal persaingan, tetapi juga panggung untuk pesan kemanusiaan.