Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan bahwa pemilihan komisaris badan usaha milik negara (BUMN) dengan latar belakang berbeda membawa perspektif baru dalam mengawal agenda pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Qodari usai membuka Nusantara Media Fest 2026 di Jakarta, Sabtu (4/7).

>>> Keiko Fujimori Menang Pilpres Peru di Percobaan Keempat

Ia mencontohkan pengalamannya sebagai komisaris di Pertamina Hulu Energi. Menurutnya, peran komisaris penting untuk memberikan arahan dan mengawal agenda pemerintah.

"Kita bisa membantu melihat alternatif solusi karena datang dari latar belakang berbeda. Ada perspektif baru yang bisa dibawa ke perusahaan," ujar Qodari.

Pernyataan ini merespons isu pengangkatan komisaris di sejumlah BUMN yang menjadi perbincangan. Di antaranya, Mufi Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai komisaris PT Krakatau Posco.

Selain itu, Gina Febriyanti Ginting, relawan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, diangkat sebagai komisaris PT Pertamina Retail.

>>> BULOG Minta Maaf Hama Gudang Masuk Permukiman, Janji Penanganan Segera

Qodari menegaskan bahwa pemilihan komisaris adalah hal normal, tidak hanya di BUMN tetapi juga di perusahaan swasta. Keberadaan komisaris memberi manfaat dalam pengawasan dan penyampaian ide.

"Modal dasar komisaris adalah akal sehat dan niat baik," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa komisaris biasanya memiliki pengalaman di organisasi, pemerintah, atau swasta, sehingga mampu memberikan perspektif baru dalam pengawasan perusahaan.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani mendorong agar komisaris BUMN diisi oleh orang-orang profesional dan kompeten. Pernyataan itu disampaikan di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (2/7).

>>> 10 Jurusan Kuliah Paling Disesali Mahasiswa Setelah Lulus

Saat ini, posisi komisaris BUMN banyak diisi oleh wakil menteri Kabinet Prabowo-Gibran, pejabat ASN, politisi, relawan, hingga orang dekat elite partai.