Aparat penegak hukum federal dan lokal meningkatkan operasi keamanan di Washington, DC, menjelang perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli 2026.

Acara yang digelar di National Mall ini membutuhkan keseimbangan antara perlindungan ketat bagi Presiden Donald Trump dan tuntutan logistik acara besar.

>>> Tokoh Amerika Kaji Ulang Cita-Cita Pendiri Bangsa di HUT Kemerdekaan ke-250

Acara bertajuk "Freedom 250" ini dikelola oleh kelompok kongres America 250 dan gugus tugas kepresidenan. Gedung Putih menyebutnya sebagai "salah satu pertunjukan patriotisme terbesar yang pernah dilihat dunia."

Pertunjukan kembang api direncanakan menjadi yang terbesar dalam sejarah. "Pertunjukan kembang api terbesar dalam sejarah dunia," kata pernyataan Gedung Putih.

Ancaman Simbolis dan Keamanan

Sebuah buletin penegak hukum federal yang diedarkan ke kepolisian di seluruh negeri menyoroti risiko simbolis dari acara besar ini.

"Peristiwa penting nasional dan bersejarah bisa menjadi target menarik bagi berbagai pelaku ancaman, baik karena kerumunan besar maupun makna simbolisnya," bunyi buletin tersebut.

Dokumen itu juga mencatat bahwa pelaku jahat mungkin mengeksploitasi acara untuk mengekspos celah keamanan.

"Individu yang termotivasi secara ideologis dan non-ideologis dapat melakukan serangan kekerasan atau berusaha menimbulkan ketakutan sebagai cara menyoroti kerentanan sistem keamanan suatu negara," lanjut buletin.

Seorang pejabat penegak hukum federal yang terlibat dalam perencanaan keamanan menekankan keunikan operasional ibu kota. "DC adalah hewan yang unik dalam hal ini," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa personel lokal dan federal memiliki pengalaman luas dalam menangani acara berkeamanan tinggi.

"Semua orang di sini sudah tahu cara melakukannya. Mulai dari pidato kenegaraan, pelantikan," kata pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa operasi skala besar rutin mempersiapkan kota untuk tantangan keamanan yang intens.