Masa depan Eddie Howe sebagai manajer Newcastle United berada dalam ancaman serius jika klub menyelesaikan penjualan dua gelandang andalannya, Bruno Guimaraes dan Sandro Tonali, pada bursa transfer musim panas ini.

Peringatan itu disampaikan oleh mantan pemandu bakat Premier League, Bryan King, pada 1 Juli 2026.

>>> Doo Financial Futures Perkuat Ekspansi di RI dengan Kampanye 'Trade Like Champions'

King menilai kepergian pemain inti tersebut akan membahayakan posisi Howe di mata hierarki klub dan para pendukung.

Peringatan ini muncul setelah tawaran awal dari juara Premier League untuk Guimaraes ditolak. Gelandang asal Brasil itu masih terikat kontrak hingga 2028, tetapi dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi keluar.

Newcastle juga sedang menjalani negosiasi transfer untuk Tonali, yang bisa memengaruhi masa depan Guimaraes.

Tekanan finansial semakin terasa setelah Newcastle sebelumnya melepas winger Anthony Gordon ke Barcelona dengan nilai transfer 69 juta poundsterling.

>>> Doo Financial Futures Perkuat Ekspansi di RI dengan Kampanye 'Trade Like Champions'

Pendapat Mantan Pemandu Bakat

Dalam wawancara eksklusif, Bryan King yang pernah bekerja untuk Everton, Tottenham, dan Aston Villa memberikan penilaiannya tentang situasi di Tyneside.

"Saya pikir jika Eddie Howe membiarkan itu terjadi, itu akan menempatkannya di atas es yang sangat tipis di sana," ujar King.

King mencatat bahwa Howe sudah berada di bawah tekanan. Melepas kapten tim akan membuat pendukung St James' Park kecewa.

>>> Danamon Rayakan HUT Ke-70, Perkuat Sinergi One Financial Group dan Genjot Layanan Digital

"Saya pikir dia sudah berada di atas es yang tipis, dan saya tidak yakin pendukung akan setuju jika manajer ingin menyingkirkan pemain bintang dan kapten," tambahnya.