PlayStation Hentikan Produksi Cakram Game pada 2028, Dampaknya Buruk bagi Semua
Sony mengumumkan bahwa produksi cakram game fisik PlayStation akan dihentikan pada 2028. Keputusan ini mengecewakan banyak kolektor game fisik yang sudah lama menikmati format tersebut.
Meski distribusi digital memiliki banyak keuntungan bagi penerbit, dampaknya bagi pemain sangat besar. Bahkan gamer yang lebih suka format digital pun akan merasakan konsekuensinya.
>>> Jadwal Rilis Anime dan Manga Minggu Ini (30 Juni - 1 Juli 2026)
Preservasi Game Terancam
Cakram fisik memungkinkan pemain meminjam, menjual, atau memainkan kembali game lawas tanpa harus membeli ulang. Sebagian besar cakram saat ini masih berisi data game yang dapat dimainkan sepenuhnya.
Tanpa cakram fisik, game-game era sekarang bisa hilang di masa depan. Contohnya, penutupan toko PS3 dan Vita menunjukkan bahwa game digital-only sulit diakses kembali tanpa pembajakan.
Konsol lawas seperti NES masih berfungsi setelah puluhan tahun, begitu pula koleksi game fisik.
Namun, PS5 Pro seharga $700 mungkin tidak akan bertahan selama itu jika semua game terikat server.
>>> Coco Gauff Akhiri Paceklik di Lapangan Rumput, Kalahkan Tamara Korpatsch di Wimbledon
Kendali Penuh Sony atas Ekosistem
Dengan berakhirnya game fisik, Sony menguasai seluruh ekosistem PlayStation. Perusahaan dapat memastikan setiap penjualan game memberikan keuntungan, tanpa ancaman pasar bekas.
Harga dinamis yang sudah diuji coba di PlayStation Store juga mengkhawatirkan. Tanpa label harga ritel yang jelas, setiap pengguna bisa mendapatkan harga berbeda berdasarkan data pribadi mereka.
Praktik ini disebut surveillance pricing, di mana pengecer online menggunakan data pribadi untuk menentukan harga.
Di PC, platform terbuka seperti Steam memiliki alternatif, tetapi PlayStation Store akan menjadi satu-satunya tempat membeli game PlayStation baru.
>>> Christian Pulisic Kembali Perkuat USMNT Hadapi Bosnia di Piala Dunia
Keputusan Sony ini hanya menguntungkan perusahaan dan beberapa penerbit besar. Konsumen kehilangan kendali atas koleksi game mereka dan menghadapi masa depan harga yang tidak transparan.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 3 – 5 Juli 2026
Kamis / 02-07-2026, 04:00 WIB
AC di AS Disebut Memperparah Gelombang Panas di Eropa
Kamis / 02-07-2026, 03:40 WIB
Subnautica 2: Krafton Bayar Bonus Lebih Besar ke Seluruh Tim, CEO Tetap Hengkang
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Xbox Dikabarkan Uji Fitur Digitalisasi Koleksi Game Fisik
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Drama Spesial Live-Action Tezuka Osamu no Sensō Rilis Trailer, Tambah Pemeran, Tayang 12 Agustus
Kamis / 02-07-2026, 03:36 WIB
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Hilang
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Inggris Kalahkan DR Congo, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Rangers Rekrut Bjorkstrand, Veleno, dan Korpisalo di Awal Bursa Bebas NHL
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Amazon Rilis Serial Prequel Legally Blonde 'Elle' di Prime Video
Kamis / 02-07-2026, 03:35 WIB
Riley Gaines dan MyKayla Skinner Ajak Simone Biles Bergabung dalam Perjuangan Olahraga Wanita
Kamis / 02-07-2026, 03:31 WIB
Marcus Willis Kembali ke Wimbledon, 10 Tahun Usai Hadapi Federer
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
National Lottery Umumkan Nomor Pemenang Lotto dan Thunderball Terbaru
Kamis / 02-07-2026, 03:30 WIB
Daftar UMR 2026 Seluruh Provinsi dan Kota Besar di Indonesia
Kamis / 02-07-2026, 03:29 WIB
Google One 2026: Panduan Lengkap Fitur, Harga, dan Tips Memaksimalkannya
Kamis / 02-07-2026, 03:28 WIB






