Seorang mahasiswa Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menjalani pembinaan dari kampus setelah viral karena melanggar tata tertib dan norma, termasuk mengenakan busana perempuan di lingkungan kampus.

Mahasiswa aktif Program Studi Sarjana Psikologi itu menjadi sorotan setelah unggahan akun Instagram Majelis Kocak Unisa/@mkc. unisa menyebar.

>>> Puella Magi Madoka Magica: Walpurgisnacht Rising Rilis Trailer Utama, Tayang Agustus 2026

Unggahan tersebut menyebutkan adanya laporan dan keresahan di kampus terkait dugaan pelanggaran norma agama, sosial, dan kode etik universitas.

Akun itu menyoroti sikap Unisa yang dianggap kecolongan dan menutup mata terhadap oknum mahasiswa yang nekat mengenakan busana perempuan, menyusup ke kamar mandi mahasiswi, hingga menginap di kost lawan jenis.

Unggahan juga menyayangkan pembiaran di institusi pendidikan tinggi Islam di bawah naungan 'Aisyiyah dan Muhammadiyah.

Pembiaran birokrasi dinilai menjadi tamparan bagi jargon 'Kampus Islam Berkemajuan' karena kelengahan yang mengancam rasa aman, privasi mahasiswi, dan syariat Islam.

Unggahan itu juga mengungkapkan kekecewaan karena ada dosen yang membuat konten bersama mahasiswa tersebut.

>>> 11 Arc Anime Paling Menyedihkan yang Akan Memecahkan Hatimu

Pihak rektorat didesak mengusut tuntas, menjatuhkan sanksi disipliner, dan mempertegas Peraturan Rektor terkait larangan perilaku lintas gender.

Wakil Rektor III Unisa, Mufdlilah, mengatakan kasus ini telah diketahui dan ditangani. Mahasiswa bersangkutan kini mendapat pembinaan sesuai mekanisme.

"UNISA juga akan terus melakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan, sosialisasi tata tertib, penguatan karakter, serta evaluasi kebijakan guna memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika," ujar Mufdlilah dalam keterangan, Selasa (30/6) malam.

Mufdlilah mengajak semua pihak menyikapi informasi secara bijaksana, mengedepankan tabayyun, serta menghindari penyebaran identitas pribadi dan perundungan.

>>> Takopi's Original Sin Raih Penghargaan Jury Award di Annecy 2026

"Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta meyakini bahwa penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan prinsip pendidikan yang berkeadaban," katanya.