Sebanyak 59 persen warga India berencana menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Temuan ini berasal dari laporan Ipsos Predictions Survey 2026 yang dirilis Kamis, 11 Juni 2026.

>>> FIFA Sejajarkan Guillermo Ochoa dengan Messi dan Ronaldo

Survei global itu menunjukkan antusiasme tinggi dari negara peserta maupun basis penggemar sepak bola besar.

Argentina memimpin dengan 79 persen warganya berencana menonton.

Disusul Korea Selatan, Kolombia, Afrika Selatan, Peru, Rumania, Brasil, Meksiko, Irlandia, Turki, Thailand, Indonesia (64 persen), Italia, dan Malaysia.

Minat Tinggi Meski Beda Zona Waktu

CEO Ipsos Suresh Ramalingam mengatakan kriket tetap menjadi olahraga favorit nasional, tetapi sepak bola, khususnya Piala Dunia, memiliki daya tarik tersendiri.

Ia menambahkan bahwa penonton India cenderung mendukung tim besar seperti Brasil, Argentina, Portugal, Jerman, dan Prancis.

Ketertarikan ini juga didorong akar budaya sepak bola di Benggala Barat, Kerala, Goa, Manipur, dan Mizoram.

>>> Javier Aguirre Coret Guillermo Ochoa dari Skuad Utama Piala Dunia

Perbedaan waktu India dengan tuan rumah mencapai 9,5 hingga 12,5 jam. Namun, 35 pertandingan dijadwalkan pada akhir pekan dinilai memudahkan penonton.

Ramalingam menyebut ada dua segmen penggemar: pendukung setia dan penonton kasual. Penggemar berat akan begadang, sementara yang lain mengandalkan tayangan ulang.

Sebanyak 67 persen responden India khawatir cuaca ekstrem dapat mengganggu pertandingan. Kekhawatiran ini muncul karena hanya sedikit stadion yang memiliki atap buka-tutup.

Soal prediksi juara, 87 persen warga Argentina yakin timnya mempertahankan gelar. India menjadi pasar paling optimistis di luar Argentina dengan 68 persen responden menjagokan Argentina.

Ipsos melakukan jajak pendapat terhadap 23.642 orang dewasa dari berbagai negara pada 24 Oktober hingga 7 November 2025.

>>> FIFA Umumkan Daftar Musisi Pembuka Piala Dunia 2026 di Meksiko

Sampel India melibatkan sekitar 2.200 individu secara tatap muka dan online.