Cinta Ruhama Amelz Laporkan Dugaan Pemerkosaan ke Polisi, Terlapor Sahabat Suami
Konten kreator Cinta Ruhama Amelz atau yang dikenal dengan sapaan Tara resmi melaporkan dugaan pemerkosaan yang dialaminya ke pihak kepolisian. Terlapor dalam kasus ini adalah Rendy Brahmantyo, pria yang disebut sebagai sahabat suaminya dan bekerja di PT Delahuose Investindo Indonesia.
Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Oktober 2017. Saat itu, Tara menghadiri sebuah acara brand fashion yang digelar di sebuah kelab malam di kawasan Jakarta Selatan.
Dalam keterangannya, Tara menyebut dirinya tiba-tiba ditarik secara paksa ke sebuah ruangan oleh Rendy. Ia mengaku berada dalam tekanan dan ancaman sehingga tidak mampu melawan.
Di ruangan itulah dugaan tindakan pemerkosaan terjadi. Kejadian tersebut selama bertahun-tahun tidak pernah ia ungkap ke publik.
Melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu, 16 Februari 2026, Tara menyatakan telah mengambil langkah hukum. Ia memastikan laporan resmi sudah disampaikan kepada aparat penegak hukum dengan pendampingan kuasa hukum.
"Aku sudah melaporkan Rendy Brahmantyo atau Embo ke polisi atas tindakan pemerkosaan terhadap diri aku sendiri. Aku saat ini didampingi oleh kuasa hukum,” tulis Tara.
Selain dugaan kekerasan seksual, Tara juga menyinggung adanya tekanan sosial yang disebut terjadi setelah peristiwa itu. Ia menilai terlapor memanfaatkan relasi kuasa untuk mempersempit ruang gerak karier suaminya.
Tara juga menduga adanya upaya penyebaran narasi yang dinilai memelintir fakta.
“Beliau juga diduga menyebarkan narasi untuk memelintir kebenaran dan menghilangkan kebenaran yang terjadi,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut turut disertai ajakan kepada publik untuk memberikan dukungan. Tara meminta masyarakat menandatangani petisi di platform change.org agar proses hukum berjalan transparan dan kasusnya segera mendapatkan kejelasan.
“Kalian juga bisa dukung aku dengan tandatangani petisi change.org,” ujarnya.
Ia berharap laporan yang telah diajukan segera ditindaklanjuti dan seluruh proses hukum dilakukan secara terbuka.
“Aku menuntut untuk transparanasi proses hukum dan aku berharap aku bisa mendapatkan keadilan dan kebenaran segera terungkap,” kata Tara.
Hingga berita ini ditulis, petisi berjudul Penuhi Keadilan Untuk CR: Hentikan Kekerasan Seksual di Kelab Malam Jakarta tercatat telah ditandatangani 3.232 orang.
Sementara itu, Rendy Brahmantyo belum memberikan pernyataan atau klarifikasi terkait laporan yang ditujukan kepadanya.
Update Terbaru
tvN Buka Suara soal Rumor Signal Season 2 Tayang November 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:55 WIB
Samsung Beri Kode Desain Baru untuk Ponsel Lipat Sebelum Galaxy Unpacked 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:55 WIB
5 Panduan Memilih Sepatu Lari yang Tepat untuk Pemula
Rabu / 01-07-2026, 15:55 WIB
Lenovo Luncurkan Tab Plus Gen 2 dan Monitor Gaming LOQ di India
Rabu / 01-07-2026, 15:54 WIB
6 Rekomendasi Sunscreen SPF 50 PA++++ Terbaik untuk Cegah Penuaan Dini
Rabu / 01-07-2026, 15:54 WIB
Promo Spesial BRI: Liburan dan Back to School Lebih Hemat
Rabu / 01-07-2026, 15:54 WIB
Sinopsis Drama China The Eternal Fragrance, Peperangan Berdarah untuk Kekuatan Magis
Rabu / 01-07-2026, 15:43 WIB
Polisi Selidiki Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Festival Electric Forest
Rabu / 01-07-2026, 15:42 WIB
Nilai Pasar Moisés Caicedo Jauh di Atas Pemain Meksiko Jelang Laga Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:42 WIB
Javier Aguirre Cadangkan Brian Gutierrez di Laga Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 15:42 WIB
Meksiko Hadapi Ekuador di Babak 32 Besar Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:42 WIB
Willian Pacho Jadi Andalan Pertahanan Ekuador Hadapi Meksiko di Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 15:40 WIB
Meksiko Kalahkan Ekuador, Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 15:40 WIB
Maskapai dan Bandara Desak Uni Eropa Tunda Pemeriksaan Biometrik
Rabu / 01-07-2026, 15:40 WIB






