Benua tersebut saat ini menghadapi perubahan demografi yang menyebabkan jumlah angkatan kerja terus menyusut.

"Akan ada semakin sedikit orang yang bekerja, terutama di Eropa.

Jika kita tidak menyiapkan generasi baru manajer dan mendorong mereka mengambil tanggung jawab memimpin tim, maka organisasi akan menghadapi tantangan yang semakin besar dalam menjaga efisiensi," ujarnya.

Meski kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan, Szklarski menilai teknologi tersebut belum mampu mengatasi kekurangan pemimpin di tempat kerja.

Ia mengatakan, masih belum jelas apakah karyawan bersedia menerima arahan dari algoritma AI atau apakah teknologi tersebut dapat menjalankan seluruh fungsi seorang manajer.

>>> 6 Sepatu Lari Lokal dengan Bantalan Empuk untuk Kaki Datar

Ia menilai, memimpin tim tetap membutuhkan kemampuan yang sulit digantikan mesin, seperti empati, membangun hubungan dengan anggota tim, memotivasi karyawan, hingga mengambil keputusan dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan dalam organisasi.