Katy Perry Murka karena Lagu 'Firework' Dipakai Video Militer Trump

Katy Perry meluapkan kemarahannya kepada pemerintahan Presiden Donald Trump setelah lagu hitnya tahun 2010, 'Firework', digunakan dalam video media sosial yang menampilkan serangan rudal militer AS.
Dalam cuitan pada Sabtu pagi, penyanyi itu mengaku 'sangat terkejut dan marah' melihat lagunya menjadi latar kompilasi rekaman serangan militer tersebut.
>>> Karim Adeyemi Resmi Tinggalkan Dortmund, Gabung Barcelona hingga 2031
'Saya tidak menyetujui ini, saya tidak dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukungnya,' tulis Perry.
Ia menjelaskan makna lagu 'Firework' sebagai 'lagu kebangsaan tentang harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang melewati masa tergelap dalam hidup mereka'.
'Melihat pesan harga diri dan pemberdayaan dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap segala hal yang diperjuangkan lagu saya,' lanjutnya.
Video yang diunggah Gedung Putih itu memperlihatkan beberapa klip militer AS menyerang lokasi tak dikenal tanpa konteks.
>>> Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
Bukan Pertama Kali
Ini bukan kali pertama pemerintahan Trump mendapat kritik karena menggunakan lagu pop untuk video aksi militer.
Sebelumnya, Kesha juga mengecam penggunaan lagunya 'Blow' dalam TikTok yang menampilkan jet tempur dan serangan militer dengan keterangan 'Lethality'.
Ia menyebut video itu 'menjijikkan dan tidak manusiawi'.
Sabrina Carpenter pun pernah mengecam video Gedung Putih yang menampilkan penangkapan oleh ICE dengan lagu 'Juno' pada Desember 2025 sebagai 'jahat dan menjijikkan'.
>>> Trik Air Willow Buatan Sendiri Bisa Gandakan Keberhasilan Stek Tanaman
TMZ telah menghubungi Gedung Putih untuk dimintai komentar, namun belum mendapat tanggapan.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







