Hipertensi dan Diabetes Bisa Rusak Mata Tanpa Gejala
Meski demikian, bukan berarti semua penderita diabetes atau hipertensi pasti mengalami kehilangan penglihatan. Namun, menunggu hingga mata terasa bermasalah bukanlah cara yang tepat untuk memantau kesehatan mata.
Banyak orang mengira tes ketajaman penglihatan sudah cukup untuk memastikan mata dalam kondisi baik. Padahal, pemeriksaan mata menyeluruh memiliki cakupan yang jauh lebih luas.
>>> Zulhas Pastikan Pasokan Jagung hingga Daging Aman, Tak Hanya Beras
Selain mengevaluasi kemampuan melihat, dokter juga akan memeriksa kondisi retina, saraf optik, tekanan bola mata, hingga lapang pandang perifer.
Pemeriksaan inilah yang dapat menemukan gangguan sejak dini sebelum pasien menyadari adanya perubahan.
Salah satu penyakit yang kerap luput dari perhatian adalah glaukoma. Penyakit ini perlahan merusak saraf optik dan biasanya dimulai dari penyempitan lapang pandang samping.
Karena penglihatan sentral masih tampak normal, banyak pasien tidak menyadari bahwa sebagian kemampuan melihatnya telah hilang.
Padahal, kerusakan akibat glaukoma tidak dapat dipulihkan, meski perkembangannya dapat diperlambat jika terdeteksi lebih awal.
Siapa yang Perlu Rutin Memeriksakan Mata?
Low menyarankan pasien diabetes maupun hipertensi berkonsultasi mengenai jadwal pemeriksaan mata sesuai kondisi masing-masing.
Pemeriksaan menjadi semakin penting bagi mereka yang telah lama hidup dengan diabetes atau hipertensi, sulit mengontrol kadar gula darah maupun tekanan darah, berusia paruh baya atau lebih tua, memiliki rabun jauh tinggi, mempunyai riwayat glaukoma dalam keluarga, belum pernah menjalani pemeriksaan mata menyeluruh, atau pernah diketahui memiliki tekanan bola mata tinggi.
Frekuensi pemeriksaan akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan sebelumnya, dan tingkat risiko masing-masing pasien.
Mengontrol kadar gula darah dan tekanan darah tetap menjadi langkah utama untuk mencegah komplikasi penyakit kronis. Namun, kesehatan mata juga perlu menjadi bagian dari perawatan jangka panjang.
Pasalnya, berbagai penyakit mata dapat berkembang diam-diam ketika penglihatan masih terasa normal.
>>> PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kolaborasi Global dan Akuisisi WK Baru
Karena itu, pemeriksaan mata rutin menjadi salah satu cara terbaik untuk mendeteksi gangguan sejak dini sekaligus mencegah kehilangan penglihatan permanen.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







