PLN Akui Biaya Produksi Hidrogen Masih Mahal, Baru Tahap Proyek Percontohan
PT PLN (Persero) mengakui bahwa biaya produksi hidrogen masih menjadi kendala utama dalam pengembangannya sebagai bagian dari strategi transisi energi.
Tingginya ongkos produksi membuat pemanfaatan hidrogen di lingkungan PLN saat ini masih difokuskan pada proyek percontohan sebelum diterapkan secara lebih luas.
>>> SMF Catat Laba Bersih Rp391 Miliar di Semester I 2026, Aset Tumbuh 21,79%
Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Edwin Nugraha Putra, mengatakan secara teknologi hidrogen memiliki peran penting untuk mendukung sistem kelistrikan rendah karbon, terutama sebagai media penyimpanan energi jangka panjang.
Namun, dari sisi keekonomian, teknologi tersebut masih menghadapi tantangan besar. "Kita tahu biaya hidrogen masih sangat mahal saat ini.
Kita kalkulasikan bahwa biaya produksi akan menjadi US$4,5 hingga US$13,7 per kilogram," kata Edwin dalam Green Hydrogen Ecosystem Summit (GHES), Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, untuk memproduksi satu kilogram hidrogen dibutuhkan energi listrik sekitar 50-60 kilowatt-hour (kWh). Sementara energi yang dapat dimanfaatkan kembali hanya berkisar 30-39 kWh.
Kondisi tersebut membuat efisiensi round-trip hidrogen masih jauh di bawah Battery Energy Storage System (BESS).
"Efisiensi round-trip dari hidrogen sangat rendah dibandingkan BESS, hanya 30% hingga 50% dan BESS yang mana dapat mencapai hingga 90%," ujarnya.
>>> 7 Pengisi Daya GaN Terbaik di India (Juli 2026)
Proyek Percontohan Hingga 2033
Karena itu, PLN belum mengarah pada implementasi hidrogen secara komersial. Perseroan memilih memanfaatkan periode hingga 2033 untuk menguji berbagai skenario penggunaan hidrogen melalui sejumlah proyek percontohan.
Proyek tersebut mencakup pembangkit listrik, stasiun pengisian hidrogen, maupun sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan di wilayah terpencil.
"Saat ini di PLN hingga tahun 2033 kita hanya melakukan proyek percontohan untuk hidrogen," tutur Edwin.
Meski masih dalam tahap uji coba, PLN telah memproduksi hidrogen dari sejumlah pembangkit listrik yang menggunakan hidrogen sebagai pendingin generator.
Edwin menyebut kapasitas produksi hidrogen PLN saat ini mencapai hampir 230 ton per tahun.
>>> 5 Bintang Piala Dunia 2026 yang Menikahi Cinta Masa Kecil
Ia menambahkan, meski masih mahal, hidrogen tetap dipandang sebagai teknologi strategis untuk mendukung target net zero emission (NZE) PLN pada 2060, khususnya sebagai solusi penyimpanan energi berdurasi panjang dan penyeimbang pembangkit energi baru terbarukan yang bersifat intermiten.
Update Terbaru
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja, Nadeo Ingatkan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB







