Nintendo Tolak Tuntutan Kelas Atas Kenaikan Harga Konsol Akibat Tarif
Nintendo meminta pengadilan menolak gugatan class action yang diajukan konsumen terkait kenaikan harga konsol akibat tarif. Perusahaan berargumen bahwa konsumen telah menerima produk sesuai dengan yang mereka bayar.
Gugatan tersebut diajukan setelah Nintendo sendiri menggugat pemerintah AS atas pengenaan tarif yang dianggap ilegal. Dalam gugatannya, Nintendo meminta pengembalian seluruh tarif yang dikumpulkan beserta bunganya.
>>> Stellar Blade untuk Switch 2 Dapat Rating ESRB, Isyaratkan Rilis Segera
Dua konsumen kemudian mengajukan gugatan class action terhadap Nintendo.
Mereka menuding Nintendo akan menerima pembayaran tarif dua kali: dari konsumen melalui harga lebih tinggi dan dari pemerintah melalui pengembalian tarif.
Kenaikan harga terjadi tahun lalu di AS, dimulai dari aksesori Switch 2 sebelum konsol diluncurkan, lalu diikuti kenaikan harga keluarga konsol Switch 1.
Gugatan class action diajukan atas nama jutaan konsumen yang membeli produk Nintendo selama periode tarif.
Dalam pengajuan terbaru, Nintendo menyatakan konsumen "menerima persis apa yang mereka tawar dan bayar" saat membeli produk setelah kenaikan harga.
Perusahaan menegaskan bahwa klaim bahwa Nintendo tidak menyesuaikan harga secara retroaktif tidak berdasar.
>>> Teori Penggemar: Steve Rogers di Trailer Avengers: Doomsday Adalah Hydra Cap
Nintendo menambahkan, "Penggugat tidak berhak atas pengembalian dana hanya karena perkembangan hukum terkait tarif."
Perusahaan juga mengklaim tidak sekadar menaikkan harga sebesar tarif yang dibayarkan, melainkan melakukan penyesuaian harga yang selektif dan moderat.
Nintendo memilih menanggung biaya tarif untuk beberapa produk terpopuler, termasuk konsol flagship Switch 2.
Kenaikan harga juga dipengaruhi faktor lain seperti biaya memori, tenaga kerja, dan pengiriman, bukan semata-mata tarif.
Perusahaan berargumen bahwa konsumen yang tidak setuju dengan harga dapat memilih tidak membeli atau mencari produk pesaing. Nintendo juga meminta kasus diselesaikan melalui arbitrase privat.
Kenaikan harga tidak hanya dilakukan Nintendo.
Xbox baru saja mengumumkan kenaikan harga konsol ketiga kalinya sejak 2025, sementara Sony menaikkan harga PS5 pada Maret lalu dengan alasan tekanan ekonomi global.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







