Profil Khalil Al Hayya, Pemimpin Baru Hamas yang Jadi Target Israel
Hamas secara resmi menunjuk Khalil Al Hayya sebagai Kepala Biro Politik yang baru. Ia menggantikan Yahya Sinwar yang tewas dalam serangan Israel pada Oktober 2024.
Pengumuman itu disampaikan Hamas pada Senin (20/7) melalui pernyataan resmi. Al Hayya akan memimpin Hamas hingga pemilihan berikutnya pada 2027.
>>> Presiden Prabowo Resmi Lantik 1.177 Taruna Akmil-Akpol di Istana
Latar Belakang Khalil Al Hayya
Khalil Al Hayya lahir di Kota Gaza pada 5 November 1960. Ia tumbuh di tengah trauma Perang Arab-Israel 1967 dan pendudukan Israel.
Ketertarikannya pada politik sudah muncul sejak kecil. Ia menyaksikan penggerebekan militer di rumahnya dan penangkapan anggota keluarganya.
Pertemuan dengan pendiri Hamas, Sheikh Ahmed Yassin, pada Maret 1980 menjadi titik balik. Al Hayya kemudian terlibat dalam aktivisme terorganisir.
Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Islam Gaza pada 1983. Al Hayya juga menyelesaikan master di Universitas Yordania (1986) dan doktor ilmu hadits dari Sudan (1997).
Al Hayya merupakan anggota pendiri Hamas pada 1987. Selama Intifada pertama, ia berulang kali ditahan Israel dan mengalami penyiksaan berat.
>>> Isuzu Belum Pastikan Kapan Elf Listrik Hadir di Indonesia
Karier politiknya dimulai pada 2006 saat ia meraih kursi di Dewan Legislatif Palestina. Ia juga memimpin blok parlemen Hamas.
Sebelum menjadi pemimpin, Al Hayya bertugas sebagai negosiator utama Hamas dalam perundingan gencatan senjata dengan Israel. Ia juga mengelola hubungan Hamas dengan Iran.
Al Hayya selamat dari beberapa upaya pembunuhan Israel. Serangan udara pada Mei 2007 menewaskan tujuh kerabatnya, termasuk dua saudara laki-laki.
Pada tahun berikutnya, putranya Hamza yang tergabung dalam Brigade Qassam tewas. Serangan Israel selanjutnya menewaskan putra sulung, istri, dan tiga anaknya.
>>> Cara Cek Status Pencairan PKH dan BPNT Tahap 3 yang Masuk Verifikasi Rekening Juli 2026
Al Hayya juga selamat dari serangan di Doha, Qatar pada September 2025. Meski kehilangan banyak anggota keluarga, posisinya sebagai tokoh sentral Hamas tetap kuat.
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







