OnePlus Dikabarkan Hentikan Operasi di AS dan Eropa, India Menyusul 2027
OnePlus dikabarkan bersiap menghentikan operasinya di Amerika Serikat dan Eropa sebagai bagian dari restrukturisasi besar di perusahaan induknya, OPPO.
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, perubahan bisa dimulai pada pekan ini.
>>> 6 Cara Mencuci Sepatu Suede agar Tidak Kusam dan Botak
Restrukturisasi juga diperkirakan akan memengaruhi merek OPPO lainnya. Realme disebut akan keluar dari pasar China, sementara OnePlus akan terus beroperasi di China.
OPPO disebut akan lebih fokus ke Eropa Tengah, sedangkan realme akan terus menjual ponsel pintar di negara-negara Nordik seperti Finlandia, Denmark, Swedia, dan Islandia.
OnePlus di India
Bloomberg mengatakan OnePlus bisa menghentikan operasinya di India pada 2027, meskipun perusahaan belum mengonfirmasi rencana tersebut secara resmi.
Awal tahun ini, OnePlus India mengumumkan perluasan infrastruktur layanan purna jual sebesar 50% yang mulai berlaku pada April 2026 dengan mengintegrasikan jaringan layanan OPPO India.
Saat itu, perusahaan juga mengatakan akan memprioritaskan saluran direct-to-consumer (D2C) di India.
Alasan di Balik Restrukturisasi
Menurut Bloomberg, restrukturisasi didorong oleh tantangan keuangan di bisnis ponsel pintar OPPO, kurangnya momentum di AS, Eropa, dan India, serta kekhawatiran geopolitik seputar merek ponsel China di AS.
Gugatan rahasia dagang Apple juga disebut sebagai faktor pendorong.
>>> Wajah Oval Berhijab Makin Cantik dengan 5 Model Kacamata Ini, Anti Pusing dan Tetap Stylish!
Didirikan pada 2013 oleh Pete Lau dan Carl Pei, OnePlus awalnya fokus pada ponsel pintar untuk penggemar teknologi sebelum memperluas portofolio dengan ponsel premium, seri Nord, tablet, perangkat wearable, dan produk audio.
Carl Pei meninggalkan OnePlus pada 2020 untuk mendirikan Nothing, sementara OnePlus semakin terintegrasi dengan OPPO.
Update Terbaru
Gol Debut Mitchell Baker di Menit Keenam Bawa Timnas Indonesia Ungguli Kamboja
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Hindari 7 Kebiasaan Ini agar Barang Bawaan Tak Dicuri di Bandara
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Baker Brace di Menit ke-15, Timnas Indonesia Ungguli Kamboja 2-0
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Kasat Narkoba Tangsel Dinyatakan Tak Terlibat Etomidate, Pemeriksaan Lanjut
Senin / 27-07-2026, 22:28 WIB
Iran Peringatkan Ukraina Akan Konsekuensi Serangan Kapal Kargo
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Amran Pastikan Kementan Tetap Produktif Meski Kursi Wamentan Kosong
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Sandy Walsh Cetak Gol Sundulan, Timnas Indonesia Hancurkan Kamboja 3-0
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Tenggat Rasio Pinggang-Tinggi Angkatan Udara AS: Data Tidak Mempengaruhi Skor Kebugaran
Senin / 27-07-2026, 22:21 WIB
Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm
Senin / 27-07-2026, 22:14 WIB
One UI 9 Akan Hadirkan Fitur Zoom Kustom per Aplikasi
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB
Samsung Tingkatkan Produksi Chip untuk Cegah Apple Borong Memori China
Senin / 27-07-2026, 22:07 WIB







