Kontroversi Wasit Ismail Al-Fath di Laga Semifinal Piala Dunia 2026: Aksi Sujud dan Tuduhan Bias Mengiringi Lolosnya Argentina ke Final
Ukuran Teks
Atmosfer yang memanas di Stadion Atlanta, Rabu (15/7/2026), tidak hanya menyisakan euforia atas lolosnya Timnas Argentina ke babak final Piala Dunia 2026, tetapi juga memicu gelombang diskusi tajam seputar performa sang pengadil lapangan. Wasit asal Amerika Serikat keturunan Maroko, Ismail Al-Fath, mendadak menjadi sorotan utama media global usai memimpin pertandingan sengit antara Inggris dan Argentina yang berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan La Albiceleste.
Sorotan terhadap Al-Fath memuncak tepat setelah ia meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Dalam sebuah adegan yang langka dan tidak biasa dalam standar protokol wasit sepak bola internasional, Al-Fath terlihat bersujud di atas rumput stadion. Aksi reflektif tersebut kemudian diikuti oleh jabat tangan dengan para asisten wasit serta pemain dari kedua tim yang saling berpelukan. Momen ini pun langsung menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan ruang redaksi olahraga di seluruh dunia.
Lolosnya Argentina dan Bayang-bayang Kontroversi
Kemenangan tipis 2-1 tersebut memastikan langkah Argentina untuk melaju ke babak puncak Piala Dunia 2026 yang tahun ini diselenggarakan secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, di balik prestasi sejarah tersebut, narasi pertandingan justru banyak dibajak oleh pertanyaan seputar netralitas dan pengambilan keputusan sang wasit.
Sebelum bola bergulir, media-media Inggris telah lebih dulu memasang "radar" mereka terhadap Al-Fath. Sejumlah tajuk rencana dan analisis pra-pertandingan menuduh wasit berdarah Maroko-Amerika ini sebagai "wasit favorit" bagi sang bintang Argentina, Lionel Messi. Tuduhan miring ini semakin memperkeras suasana, di mana kubu Inggris merasa wasit ini memiliki kecenderungan untuk memberikan ruang lebih longgar bagi permainan fisik tim Tango.
Editor: Hasyim Wijaya
Update Terbaru
Kisah Masa Kecil Sandara Park, Nyaris Tak Bicara 10 Tahun di Filipina
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
John Park Bongkar Rahasia Bisa Masuk Klub Malam Berghain di Berlin
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Young K DAY6 Ungkap Makna di Balik Album Solo Kedua YOUNGEST
Senin / 27-07-2026, 23:07 WIB
Vernon dan DK SEVENTEEN Umumkan Jadwal Resmi Wajib Militer
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
BabyMonster Siap Rilis Video Musik MOON pada 3 Agustus Mendatang
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Perjalanan Emosional Ibu dan Anak dalam The Journey to Gyeongju
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Festival musik global Fanomenon siap digelar Korea Selatan di LA pada 2028
Senin / 27-07-2026, 23:00 WIB
Boy band NouerA kembali lewat EP keempat berjudul .exe dengan konsep cinta
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Kecelakaan Maut Ferrari SF90 Terbelah Dua di Australia, Pengemudi Selamat
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Eks Insinyur VW Didakwa Insider Trading Saham Rivian dan Cari Batas Waktu Hukum
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Barclays, Halifax, dan Lloyds Alami Gangguan Massal Akses Rekening
Senin / 27-07-2026, 22:56 WIB
Susunan Pemain Laga Indonesia vs Kamboja: Debut Baker Warnai Lini Depan Garuda
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Danantara Masuk KSSK, Prabowo Ingin Kebijakan Ekonomi Lebih Luas
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB
Sebut AS Geng Mafia dan Abaikan Hukum, Iran Ajukan Syarat Diplomasi
Senin / 27-07-2026, 22:49 WIB







