Mengapa Benda Kecil pun Bisa Menghantam Pesawat seperti Bola Penghancur saat Lepas Landas
Sebuah pesawat Delta Air Lines baru-baru ini mengalami insiden saat lepas landas dari Bandara Schiphol, Belanda, ketika diduga terkena kembang api.
Meski pesawat mendarat dengan selamat dan tidak ada korban, kejadian ini menjadi pengingat bahwa benda kecil pun bisa memiliki daya rusak luar biasa pada kecepatan tinggi.
>>> 5 Bedak Padat Natural yang Menyatu dengan Warna Kulit, Hasil Flawless Tanpa Belang
Fenomena ini dapat dijelaskan dengan fisika dasar, yaitu energi kinetik. Energi kinetik suatu benda setara dengan setengah massa dikalikan kuadrat kecepatan.
Karena kecepatan dikuadratkan, maka kecepatan pesawatlah yang mendominasi kekuatan benturan, bukan ukuran benda.
Menurut Scientific American, seekor angsa Kanada seberat 5,5 kilogram yang ditabrak pesawat dengan kecepatan 240 km/jam menghasilkan kekuatan setara dengan beban 455 kilogram yang dijatuhkan dari ketinggian tiga meter.
Jika kecepatan dinaikkan 20 persen saja, energi benturan melonjak hingga 44 persen.
Mengapa Lepas Landas dan Mendarat Paling Berbahaya
Sebagian besar tabrakan dengan burung terjadi di bawah ketinggian 3.000 kaki, dekat permukaan tanah di mana burung berkumpul.
Pada fase ini, beban kerja kru sangat tinggi dan waktu pemulihan sangat terbatas.
Di Amerika Serikat, tercatat lebih dari 17.000 tabrakan burung per tahun.
>>> Belgia Murka ke FIFA Usai Balogun Bisa Main Lagi, Dugaan Intervensi Politik Trump Picu Kontroversi
Meski sebagian besar tidak menyebabkan kerusakan serius, burung besar atau kawanan burung bisa berakibat fatal, seperti yang terjadi pada US Airways Penerbangan 1549 yang kehilangan kedua mesin akibat angsa Kanada dan mendarat darurat di Sungai Hudson pada 2009.
Bagaimana Insinyur Melawan Ancaman Ini
Untuk mendapatkan sertifikasi, mesin jet harus mampu menahan benturan. Pabrikan menembakkan bangkai burung ke mesin yang sedang menyala dengan meriam udara bertekanan yang dijuluki "chicken gun".
Update Terbaru
Bosan dengan Plafon Putih? Ini 7 Rekomendasi Warna dari Desainer
Selasa / 28-07-2026, 00:28 WIB
Splatoon Raiders Kuasai Puncak Metacritic dan Pimpin Penjualan UK
Selasa / 28-07-2026, 00:22 WIB
Stop Killing Games Kritik Langkah PlayStation Tinggalkan Kaset Fisik
Selasa / 28-07-2026, 00:15 WIB
Mainan Kucing Magikarp Pokémon Dijual Empat Kali Lipat di Pasar Sekunder
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Evolusi Delibird di Pokémon Diamond dan Pearl Muncul dari DVD Langka
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
S.T.A.L.K.E.R. 2 Cost of Hope Ungkap Jadwal Rilis dan Menuju Chernobyl
Selasa / 28-07-2026, 00:14 WIB
Jim Carrey Beri Penghormatan Terakhir Usai Chuck Russell Meninggal
Selasa / 28-07-2026, 00:08 WIB
Evolusi Tren Gym Modern: Bukan Cuma Tempat Angkat Beban Biasa
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Makeup Praktis dan Nyaman Jadi Tuntutan Baru Gaya Hidup Perempuan Modern
Selasa / 28-07-2026, 00:07 WIB
Sensasi uji aroma langsung ubah cara konsumen belanja parfum
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Kebijakan Baru Insentif EV Bidik Mobil dan Motor Listrik Lokal
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Garuda Muda Gilas Kamboja 5-1 Lewat Aksi Cemerlang Mitchell Baker
Selasa / 28-07-2026, 00:00 WIB
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB







