Jepang Uji Hayabusa2 untuk Lindungi Bumi dari Asteroid Berbahaya
Pertahanan Planet
Misi ini tidak didasari ancaman nyata asteroid ke Bumi.
JAXA menyebut pertahanan planet merujuk pada upaya mengidentifikasi dan memantau asteroid yang mendekati Bumi sejak dini serta mengambil langkah pencegahan bila ada risiko tabrakan, sebuah agenda yang didorong lewat kerja sama internasional yang berpusat di PBB.
>>> Re:bel Robotica Anime Resmi Tayang 2027, Yuki Kajiura Isi Lagu Tema
Misi menyusul aksi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang sengaja menabrakkan wahana ke asteroid Dimorphos selebar 160 meter pada 2022.
Misi itu berhasil mengubah orbitnya mengelilingi batuan antariksa yang lebih besar.
Patrick Michel, project scientist di European Space Agency (ESA), menekankan citra dari wahana antariksa sangat menentukan.
"Apakah permukaannya terdiri dari batuan telanjang, atau tertutup hamparan batu besar atau pantai pasir?
Hanya citra yang diambil wahana antariksa yang bisa mengungkap informasi ini," kata Michel kepada AFP sebelum flyby.
"Jika kita ingin membelokkan asteroid dengan tumbukan, responsnya tidak sama bila asteroid berperilaku seperti spons atau bila ia berperilaku seperti material yang sangat padat," ucapnya.
Warisan Ryugu
Diluncurkan pada Desember 2014 dengan roket H-IIA No. 26, Hayabusa2 sudah lebih dulu memukau ilmuwan dengan mendarat dan mengumpulkan material dari asteroid Ryugu, sekitar 300 juta kilometer dari Bumi.
Wahana tiba di Ryugu pada Juni 2018 dan mencatat sejumlah pencapaian pertama di dunia, termasuk menciptakan kawah buatan di permukaan benda langit kecil.
Pada Desember 2020, wahana mengembalikan sampel berharga dari Ryugu yang memberi ilmuwan petunjuk tentang wujud tata surya saat lahir sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
Setelah misi Torifune, Hayabusa2 diperkirakan mencoba "rendezvous" pada 2031 dengan asteroid lain, 1998 KY26.
JAXA menyebut asteroid berdiameter sekitar 30 meter itu akan menjadi sasaran eksplorasi rendezvous jenis pertama di dunia.
Meski DART NASA sudah sukses, flyby Minggu ini dinilai Michel tetap sangat berharga.
>>> GROTESQQQUE: Film Antologi Anime Tiga Cerita dari CloverWorks Tayang 6 November
"Mengingat keberagaman asteroid dekat-Bumi dari segi ukuran, bentuk, permukaan, dan sifat internal, setiap citra baru membuat kita lebih siap," katanya.
Update Terbaru
Spesimen Ijazah Jokowi Berbeda dari Lulusan UGM 1985 Menurut dr. Tifa
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Bocoran Harga Global Redmi Note 17 Series Sebelum Peluncuran Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Penampilan Berwibawa Demi Moore dalam MV Animal Milik KATSEYE
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Mengenal Airbus Beluga XL, Pesawat Kargo Unik Penopang Masa Depan Industri
Senin / 27-07-2026, 23:56 WIB
Chrome ARM64 untuk Linux Dirilis Google Tanpa Pengumuman Resmi
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Aturan Sumbangan HUT RI di Surabaya Harus Sukarela Tanpa Paksaan
Senin / 27-07-2026, 23:49 WIB
Sean Diddy Combs Menjalani Hukuman Isolasi Usai Terlibat Perkelahian Penjara
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Pilihan perangkat elektronik paling diminati pembeli di Amazon
Senin / 27-07-2026, 23:43 WIB
Kasus Eric Adjepong: Pelanggaran Perintah Perlindungan Mantan Istri
Senin / 27-07-2026, 23:42 WIB
Aksi N3on dan Ryan Garcia Gelar Cuci Mobil Amal Bantu Korban ICE
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Persija Tumbang di Laga Perdana, Shin Tae-yong Ungkap Kendala Tim
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Respons Kekalahan dari Persebaya, Begini Penjelasan Rio Fahmi
Senin / 27-07-2026, 23:35 WIB
Striker Keturunan Semarang Mitchell Baker Cetak Dua Gol Debut
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB
Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja: Rekor Pertemuan Skuad Garuda
Senin / 27-07-2026, 23:28 WIB







