Mitsubishi Lancer Evolution atau Evo merupakan mobil legendaris yang lahir dari ajang reli dunia WRC. Performa gahar dan tampilan agresif membuatnya menjadi mobil impian banyak orang.

Di Indonesia, antusiasme terhadap Evo masih tinggi. Namun, banyak yang keliru menganggap Lancer standar sebagai versi Evolution asli.

>>> Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP dengan Mudah dan Cepat

Pembalap nasional Rifat Sungkar menjelaskan bahwa banyak pemilik Lancer standar melakukan modifikasi agar menyerupai Evo. Meski begitu, ada perbedaan mendasar yang tidak bisa dipalsukan.

Perbedaan Teknis Evo Asli dan Hasil Konversi

Rifat menegaskan bahwa Evolution sejati selalu memiliki spesifikasi mesin 2.000cc turbo dengan penggerak empat roda (All-Wheel Drive).

Sementara Lancer lokal umumnya berpenggerak roda depan atau belakang.

Cara paling akurat membedakannya adalah dengan melihat sistem penggerak. Evo asli menggunakan AWD, sedangkan Lancer biasa tidak.

Proses konversi dari Lancer biasa menjadi Evo sangat rumit. Harus memotong lantai mobil untuk memasang bracket gardan belakang.

>>> Dandim Agam Buka Suara Soal Isu Lokasi Koperasi Merah Putih Sianok Terisolir

Jika pengerjaan tidak sempurna, mobil bisa tidak stabil dan berbahaya saat kecepatan tinggi.

Kode bodi juga menjadi pembeda. Misalnya, Evo 1 berkode CD9A, sedangkan Lancer lokal di era yang sama menggunakan kode CB5.

Harga Lancer Lokal Alternatif

Jika belum sanggup membeli Evo asli yang harganya melambung, Lancer versi lokal non-Evo tetap menarik dengan harga lebih terjangkau.

Lancer SL tahun 1981 menggunakan mesin 1.400 cc berpenggerak roda belakang. Konsumsi BBM sekitar 8-11 km/liter, dengan harga bekas Rp15 juta hingga Rp20 jutaan.

Lancer tahun 90-an dengan sasis CB4 (GLXi) 1.600 cc tenaga 113 dk sangat populer karena bentuknya mirip Evo III.

>>> PMI Manufaktur Indonesia Anjlok, Ekonom: Alarm bagi Pemerintahan Prabowo

Harganya berkisar Rp40 jutaan.