Pelatih Rudi Garcia masih memiliki empat pemain yang tampil saat Belgia mengalahkan AS 2-1 di perpanjangan waktu pada 2014, termasuk kiper Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Romelu Lukaku.

Namun, mereka tetap kuat.

Winger Manchester City, Jérémy Doku, khususnya, merepotkan AS di Atlanta.

Menghentikannya butuh kerja sama tim, dengan dukungan dari gelandang bertahan Adams, bek tengah Chris Richards, dan siapa pun di dekatnya.

"Kami akan membuat sangat sulit bagi winger mereka untuk menembus pertahanan," tegas bek Sergiño Dest. Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

"Tidak banyak tim di dunia yang bisa memperlambat Doku," aku Adams.

Kesempatan seperti ini tidak sering datang.

Basis penggemar yang telah merangkul tim ini akan cepat melupakan tiga kemenangan di Piala Dunia ini jika mereka tidak melangkah lebih jauh.

Jika berhasil, warisan yang dibicarakan Pochettino dan Adams akan terwujud.

AS kemudian akan berpeluang, tanpa tekanan, mengejutkan Spanyol atau Portugal untuk mencapai semifinal. Jika itu terjadi, 26 pemain ini akan berjalan bersama seumur hidup.

"Membawa ini sejauh mungkin adalah hal terpenting," kata Adams. "Kami punya peluang bagus di sini."

Fokus pada Belgia, gambaran besar harus tetap di latar belakang. Tapi mereka semua tahu itu ada.

"Kami sangat sadar akan dampak yang kami berikan di seluruh negeri," ujar Ream, menyebut laga Senin sebagai "kesempatan untuk terus menginspirasi puluhan juta orang, menginspirasi anak-anak."

>>> Thomas Tuchel Minta Timnas Inggris Tenang Hadapi Intimidasi Meksiko

Peluang ini telah diraih AS. Kini, mampukah mereka menciptakan momen yang tak terlupakan bagi penggemar sepak bola Amerika?