Netflix merilis film dokumenter berjudul "Chris & Martina: The Final Set" yang mengisahkan perjalanan hidup legenda tenis Chris Evert dan Martina Navratilova.

Film ini tayang perdana pada 26 Juni 2026.

>>> Kimi Antonelli Rebut Pole Position di Grand Prix Inggris

Disutradarai oleh Rebecca Gitlitz, dokumenter ini mengeksplorasi hubungan kompleks kedua atlet Hall of Fame yang sama-sama mengoleksi 18 gelar grand slam tunggal.

Fokus film berubah ketika Evert mengalami kekambuhan kanker ovarium selama proses syuting.

Evert sebelumnya didiagnosis kanker ovarium pada 2022, sementara Navratilova menjalani perawatan kanker tenggorokan dan payudara pada 2023.

"Ini lebih autentik," kata Evert tentang penggambaran perjuangan kesehatan mereka dalam film.

Krisis kesehatan semakin nyata ketika Evert harus melewatkan tugas komentator di Wimbledon karena hasil CT scan yang abnormal.

"Kanker ovarium tidak kenal menyerah, tapi saya akan tetap optimis dan bertekad melanjutkan pertarungan ini," ujar Evert melalui media sosial.

Evert menjalani operasi eksplorasi di Florida dan mengapresiasi dukungan tim medis, keluarga, serta teman-teman. Ia berharap dapat kembali tampil di publik secepatnya.

>>> BlaBlaCar Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Solusi Carpooling Hemat dan Ramah Lingkungan

Dokumenter ini menyajikan momen-momen pribadi yang mentah, seperti saat anak Evert mencukur rambut ibunya selama kemoterapi. "Tidak ada basa-basi dalam film ini," tegas Evert.

Navratilova merefleksikan ketidakpastian diagnosis kanker, setelah sebelumnya berhasil mengatasi kanker payudara pada 2010 sebelum kambuh lagi di 2023.

"Bisa jadi saya, tapi ternyata dia," katanya tentang Evert.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini dan tes genetik. Evert mengetahui kondisinya setelah saudarinya, Jeanne, meninggal akibat kanker ovarium pada 2020.

"Ini seperti rolet Rusia," ujar Navratilova.

Film ini juga menampilkan arsip pertandingan dari 80 duel mereka, di mana Navratilova unggul tipis 43-37. Navratilova mengaku hanya berteman dekat dengan pemain yang tidak pernah bisa mengalahkannya.

Mantan CEO ESPN, John Skipper, memuji pendekatan film yang menghindari narasi yang terlalu rapi.

>>> 3 Cara Download Video YouTube Tanpa Aplikasi 2026, Cepat dan Gratis di HP

"Ini bukan formula untuk menarik penonton, tapi kembali ke dokumenter yang membahas hal melampaui olahraga," katanya.