>>> RoboUP Raccoon 2 SE: Mesin Pemotong Rumput AI dengan Navigasi Cerdas

Selain laba bersih, EBITDA PalmCo naik 46% menjadi Rp13,27 triliun pada 2025 dari Rp9,09 triliun pada 2024.

Tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) mencapai 9,2%.

Secara historis, laba bersih PalmCo meningkat dari Rp2,53 triliun pada 2023 menjadi Rp3,72 triliun pada 2024, sebelum mencapai Rp7,08 triliun pada 2025.

Perseroan menyatakan akan melanjutkan evaluasi operasional, penguatan manajemen risiko, dan pengendalian biaya untuk menjaga kinerja perusahaan di tengah volatilitas pasar energi dan anomali iklim yang dapat memengaruhi produksi perkebunan.

"Terima kasih atas dukungan penuh pemegang saham. Apresiasi untuk kerja keras seluruh insan perseroan.

Capaian ini menjadi milestone, tapi bukan garis akhir.

Masih banyak ruang untuk terus tumbuh mengoptimalkan kinerja operasi dan finansial agar terus memberikan manfaat maksimal," ujar Jatmiko.

PTPN IV PalmCo juga mencatat pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 6.672 hektare pada 2025.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), luasan tersebut menjadi yang terbesar secara nasional pada tahun lalu.

Produktivitas petani plasma binaan PalmCo tercatat rata-rata 20,18 ton tandan buah segar (TBS) per hektare per tahun.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 2 Juli: Aries Disarankan Percaya Pasangan, Libra Perbaiki Komunikasi

Perseroan juga melanjutkan pengembangan hilirisasi sawit, termasuk optimalisasi produk turunan sebagai bahan baku renewable biogasoline.