Samsung mengumumkan keberhasilan uji coba teknologi optimasi jaringan 5G bertenaga AI bersama operator Jepang KDDI.

Uji coba dilakukan pada jaringan 5G Standalone (SA) milik KDDI dan menghasilkan peningkatan signifikan pada kecepatan unduh data.

>>> Studi Besar: Hanya Setengah Penelitian Ilmu Sosial yang Dapat Diandalkan

Divisi peralatan jaringan telekomunikasi Samsung Electronics, Samsung Networks, menguji teknologi RAN Speed Optimizer (RSO) berbasis AI.

Teknologi ini meningkatkan kecepatan unduh di jaringan 5G SA KDDI lebih dari 31% saat jam sibuk dan hingga 52% di area perkotaan padat.

Cara Kerja RSO

Berbeda dengan teknik optimasi tradisional yang menerapkan parameter sama di semua klaster sel, RSO menggunakan algoritma prediksi berbasis AI.

Algoritma ini menganalisis data situs jaringan dan merekomendasikan parameter khusus untuk setiap sel secara individual.

>>> Otak Manusia Bisa Beradaptasi dengan Sayap VR, Studi Ungkap

Dengan beradaptasi secara otomatis terhadap perubahan kondisi jaringan, RSO juga meningkatkan efisiensi jaringan secara keseluruhan.

RSO merupakan bagian dari Samsung CognitiV’s Network Operations Suite (NOS), kumpulan alat manajemen jaringan cerdas dan otomatisasi bertenaga AI.

KDDI dan Samsung Networks berencana terus mengevaluasi teknologi ini untuk mentransformasi jaringan 5G KDDI menjadi infrastruktur berbasis AI.

>>> Perlombaan Luar Angkasa Tak Lagi Soal Roket Raksasa, SpaceX dan China Berebut Kuasai Internet hingga AI

Sebelumnya, kedua perusahaan telah bekerja sama dalam network slicing dan jaringan 5G enterprise.