Iran Desak FIFA Hentikan Perlakuan Semena-mena AS di Piala Dunia 2026
Pelatih Iran Amir Ghalenoei mendesak FIFA untuk tidak membiarkan Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah Piala Dunia 2026 berlaku semena-mena terhadap timnya.
Pernyataan ini disampaikan Ghalenoei setelah timnya mendapat perlakuan kurang nyaman sepanjang turnamen. Salah satu keluhan utama adalah Iran tidak diizinkan berada di wilayah AS.
>>> Purbaya Alokasikan 80 Persen Beasiswa LPDP untuk STEM Mulai 2026
"Tuan rumah [dalam hal ini Amerika Serikat] tidak memperlakukan kami dengan baik," kata Ghalenoei setelah Iran tersingkir dari Piala Dunia 2026, seperti dilansir Al Jazeera.
"Saya mendesak FIFA tidak membiarkan tuan rumah memperlakukan tim dan pemain dengan cara yang sama di masa mendatang.
Saya berharap Infantino benar-benar menindak perilaku seperti itu."
Kendala Logistik Akibat Pemindahan Markas
Sebelum Piala Dunia 2026, FIFA menetapkan Iran bermarkas di Tucson, Arizona, AS. Namun pihak AS meminta FIFA memindahkan The Melli ke Tijuana, Meksiko.
Akibat pemindahan ini, Iran mengalami kendala logistik dalam tiga pertandingan. Iran tidak diperkenankan menginap di AS sebelum dan sesudah pertandingan.
Rombongan Iran berangkat ke AS dari Meksiko pada hari pertandingan dan langsung kembali ke Meksiko begitu laga selesai.
Tidak ada tim lain yang mengalami perlakuan seburuk itu dalam sejarah Piala Dunia.
>>> Iran Serang Bahrain dan Kuwait Setelah Digempur AS
Selain itu, permintaan Iran untuk mengenakan pita hitam saat melawan Mesir yang bertepatan dengan hari Asyura juga ditolak.
Sebaliknya, ada perayaan hari LGBT di hari pertandingan.
Meski tidak ada selebrasi khusus di dalam stadion terkait PrideFest, parade digelar di luar stadion tempat laga Iran versus Mesir.
Pertandingan Iran versus Mesir berakhir imbang.
Hasil ini membuat Iran gagal lolos ke babak 32 besar karena kalah selisih gol dari tim peringkat ketiga terbaik lainnya.
"Apa yang dilakukan para pemain muda ini harus tercatat dalam sejarah karena negara tuan rumah memperlakukan kami dengan sangat tidak adil," kata Ghalenoei.
>>> Prabowo: Juara Catur Kalah oleh Mesin, AI Kini Dikejar Semua Negara
"Perilaku mereka terhadap kami sungguh mengerikan, dan kami berharap dunia menyadari hal itu. Terlepas dari semua masalah ini, kami mampu tampil baik, dan dunia bangga dengan rakyat Iran."
Update Terbaru
Vote Kreator Favoritmu untuk Masuk Kredit Film Minecraft
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
Piala Dunia 2026: AS Lolos Meski Kena Kartu Merah, Kane Selamatkan Inggris
Jumat / 03-07-2026, 07:36 WIB
AS Akhirnya Menang Lagi di Fase Gugur Piala Dunia Pria Setelah 24 Tahun
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Dies Natalis ke-13 Unusa, Risma: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Launching Creative Hub Eks Hi-Tech Mall, Pemkot Surabaya Siapkan Pesta Rakyat Gratis
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Chris Brown Aksi Panggung Vulgar, Grind ke Penggemar di Atas Matras
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Ronaldo Ukir Rekor Pemain Tertua di Babak Gugur Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 07:35 WIB
Warga California Lawan HOA yang Larang Bendera AS di Depan Rumah
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
Dokter Tifa Tolak Damai dengan Jokowi di Sidang Perdana Ijazah
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
IHSG Diramal Koreksi pada Perdagangan Akhir Pekan Ini
Jumat / 03-07-2026, 07:31 WIB
Selebritas Siapkan Panggangan Sambut 4 Juli
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Britney Spears Gemetar Saat Putra-Putranya Debut di Paris Fashion Week
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Iran Ancam Jet Tempur AS yang Melintas di Selat Hormuz
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB
Murah tapi Berisiko, Ini Bahaya Beli Kendaraan STNK Only
Jumat / 03-07-2026, 07:28 WIB






