Studi Ungkap Lari Maraton Picu Risiko Kanker Usus Besar
Maraton kini menjadi tren olahraga yang populer.
Namun, sebuah studi justru menemukan bahwa orang yang gemar mengikuti lari maraton lebih rentan terkena kanker usus besar.
>>> Waspadai Tanda-tanda Masalah Katup Jantung Sejak Dini
Studi yang dipresentasikan dalam konferensi American Society of Clinical Oncology mengungkap hubungan antara lari jarak jauh dengan penyakit tertentu.
Dari 100 pelari serius yang diteliti, sekitar 15 persen di antaranya memiliki prekursor kanker usus besar.
Direktur Program Kanker Gastrointestinal di Inova Schar Cancer Institute, Timothi Cannon, yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan temuan ini menunjukkan bahwa berlari jarak jauh, termasuk maraton, adalah sebuah risiko.
Para ahli meneliti sekitar 100 pelari berusia 35-50 tahun. Mereka bukan pelari santai, melainkan telah menyelesaikan setidaknya dua ultramaraton atau lima maraton biasa.
Semua peserta menjalani kolonoskopi untuk mencari polip yang berpotensi menjadi kanker. Hasilnya, sekitar 15 persen orang memilikinya.
Cannon mengaku sangat terkejut dengan jumlah tersebut.
Kendati demikian, studi ini memiliki keterbatasan. Studi masih berskala kecil dan hanya melibatkan atlet, tanpa kelompok pembanding yang bukan pelari.
>>> Sunset di Kebun 2026: Festival Musik Hijau dengan Tulus hingga Hindia
Informasi soal risiko kanker lainnya juga terbatas.
Studi ini belum membuktikan bahwa lari jarak jauh menyebabkan kanker usus besar. Namun, para ahli menilai temuan ini layak dipertimbangkan dan diteliti lebih lanjut.
Hubungan Lari dengan Kanker Usus Besar
Selama lari jarak jauh yang melelahkan, tubuh mengalihkan aliran darah dari saluran pencernaan ke otot. Cannon menduga perubahan fisiologis ini meningkatkan risiko kanker pada pelari ekstrem.
Ia juga menduga adanya perbedaan mikrobioma usus antara pelari dan non-pelari. Meski demikian, bukan berarti Anda harus berhenti berlari.
Banyak penelitian lain yang membuktikan manfaat aktivitas fisik, termasuk lari, untuk mencegah kanker dan penyakit kronis.
Sebuah studi tahun 2014 menunjukkan bahwa jogging 5-10 menit per hari menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab.
Cannon tidak mengajak siapa pun berhenti berolahraga. Ia mengingatkan bahwa aktivitas fisik apa pun bermanfaat.
>>> Sinopsis Bloodshot di Bioskop Trans TV Hari Ini, Dibintangi Vin Diesel
Jika sering melakukan olahraga intens seperti maraton, pastikan rutin melakukan pemeriksaan, terutama jika mengalami gejala seperti feses berdarah.
Update Terbaru
Michael Rubin Gelar Pesta Putih di Hamptons, Bantah Bentrok dengan Pernikahan Taylor Swift
Jumat / 03-07-2026, 00:37 WIB
The Onion Luncurkan Parodi Infowars untuk Dukung Keluarga Sandy Hook
Jumat / 03-07-2026, 00:36 WIB
Bintang Good Omens Ucapkan Terima Kasih kepada Penggemar Usai Final Seri
Jumat / 03-07-2026, 00:36 WIB
TSA Gagalkan Penyelundupan Pisau di Kaki Palsu dan Temukan Korek Raksasa Milik Timnas Argentina
Jumat / 03-07-2026, 00:36 WIB
Misi Lydia Wood Menggambar Semua Pub di London
Jumat / 03-07-2026, 00:36 WIB
Kecemasan Unik Mendukung Wasit Sepak Bola
Jumat / 03-07-2026, 00:35 WIB
Gubernur Florida Tetapkan Beberapa Kelompok sebagai Organisasi Teroris
Jumat / 03-07-2026, 00:35 WIB
Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan Kartu Kredit di Costco Connecticut
Jumat / 03-07-2026, 00:35 WIB
Matteo Berrettini Unggul Dua Set atas Arthur Fils di Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:32 WIB
Tiga Tim NBA Buru Guard Bebas Anfernee Simons
Jumat / 03-07-2026, 00:31 WIB
Pemain Indiana Fever Kemas 5.000 Paket Perawatan untuk Warga Indianapolis
Jumat / 03-07-2026, 00:31 WIB
Danny Glover Umumkan Diagnosis Alzheimer, Lawan Stigma
Jumat / 03-07-2026, 00:31 WIB
Robinhood Luncurkan Pasar Prediksi untuk Pertandingan Ganda Putra Wimbledon
Jumat / 03-07-2026, 00:31 WIB
Minnesota Wild Tambah Kedalaman dengan Akuisisi Blake Coleman dan Olli Määttä
Jumat / 03-07-2026, 00:31 WIB






