Mengenal Fitur Keselamatan Aktif Forward Collision Mitigation dari Mitsubishi
Produsen otomotif terus menghadirkan teknologi keselamatan berkendara yang semakin canggih. Salah satu inovasi tersebut adalah fitur Forward Collision Mitigation (FCM) dari Mitsubishi.
FCM merupakan sistem keselamatan aktif yang dirancang untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan dari arah depan.
>>> Kemenag DKI Jakarta Mundurkan Jadwal Pendaftaran Jalur Tahfidz SPMB Madrasah 2026
Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi potensi benturan terhadap kendaraan atau objek lain di depan mobil.
Sistem FCM memanfaatkan kombinasi sensor radar dan kamera yang dipasang di area depan kendaraan. Sensor tersebut memantau kondisi jalan dan pergerakan objek secara real-time.
Ketika jarak kendaraan dinilai terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan, FCM akan memberikan peringatan visual melalui panel instrumen.
Selain itu, sistem juga mengeluarkan peringatan suara agar pengemudi segera mengambil tindakan.
Jika pengemudi tidak merespons dengan pengereman atau manuver menghindar, sistem akan mengaktifkan rem secara otomatis. Kekuatan pengereman disesuaikan dengan tingkat risiko untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan mobil.
Meskipun benturan tidak selalu dapat dihindari sepenuhnya, FCM tetap bekerja optimal untuk meminimalkan tingkat keparahan tabrakan. Fitur ini mereduksi kecepatan kendaraan sesaat sebelum benturan terjadi.
>>> Moonton Bagikan Kode Redeem ML 19 Juni 2026 untuk Klaim Hadiah Gratis
Model dan Keterbatasan FCM
Mitsubishi menyematkan teknologi FCM pada sejumlah lini kendaraan penumpangnya.
Fitur ini menjadi bagian dari sistem keselamatan terpadu Diamond Sense atau terpasang sebagai fitur mandiri di beberapa model.
Model yang telah mengadopsi FCM antara lain Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate, Xpander Ultimate, Xpander Cross, Xforce, dan Destinator.
Meskipun canggih, FCM memiliki batasan operasional. Sistem pengereman otomatis bekerja optimal pada rentang kecepatan tertentu yang bervariasi antar model.
Kinerja sensor radar dan kamera dapat terganggu oleh cuaca buruk seperti hujan deras dan kabut tebal. Gangguan juga bisa terjadi jika permukaan sensor tertutup kotoran.
Sistem ini juga memiliki keterbatasan dalam mengenali objek berukuran sangat kecil, benda yang diam sepenuhnya, atau target dengan pola gerakan tidak biasa.
>>> Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hingga April 2027
Oleh karena itu, FCM tidak dirancang untuk menggantikan peran utama pengemudi. Pengguna mobil tetap wajib menjaga jarak aman, berkonsentrasi penuh, dan mengendalikan kendaraan dengan baik selama perjalanan.
Update Terbaru
Hasil Piala Dunia Hari Ini: Prancis Singkirkan Swedia, Haaland Antar Norwegia ke 16 Besar
Rabu / 01-07-2026, 10:08 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 10:07 WIB
Veteran Baldur's Gate 2 Tolak Tawaran Garap Baldur's Gate 4
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Keyboard Edisi Ghost in the Shell dari IQUNIX, Perpaduan Estetika Cyberpunk dan Performa Gaming
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Chicago Cubs Kalahkan San Diego Padres dengan Walk-Off Single Seiya Suzuki
Rabu / 01-07-2026, 10:00 WIB
Paus Leo XIV Desak Kelompok Katolik Pembangkang Batalkan Penahbisan Uskup
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Produser Will Trent Ungkap Alasan Kematian Amanda Wagner di Musim 4
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Kematian Daveigh Chase Akibat Komplikasi AIDS, Kata Pemeriksa Medis
Rabu / 01-07-2026, 09:57 WIB
Cruz Azul Incar César Montes dengan Dana Transfer Fantastis
Rabu / 01-07-2026, 09:56 WIB
Jepang Terapkan Sistem Harga Dua Tingkat untuk Atasi Overtourism
Rabu / 01-07-2026, 09:56 WIB
Lakers Dikabarkan Akan Rekrut Quentin Grimes dan Sandro Mamukelashvili
Rabu / 01-07-2026, 09:56 WIB
BTN Indonesia Fashion Week 2026 Usung Tema Ulos Simetria, Angkat Wastra Sumatera Utara
Rabu / 01-07-2026, 09:56 WIB






