Hacker Rusia Retas Puluhan Ribu Firewall Fortinet Lewat FortiBleed
Serangan siber besar-besaran menargetkan puluhan ribu firewall dan perangkat VPN Fortinet di berbagai perusahaan global.
Kelompok peretas yang diduga menggunakan bahasa Rusia telah mengompromikan lebih dari 30.000 perangkat dalam operasi yang disebut FortiBleed.
>>> Tujuh BUMN Gelar Program Blue Impact di Lampung Selatan
Aktivitas berbahaya ini dilaporkan oleh para peneliti keamanan siber. Korban mencakup sektor swasta hingga organisasi besar yang mengandalkan firewall Fortinet sebagai sistem pertahanan jaringan utama.
Berbeda dengan insiden siber lain yang mengeksploitasi celah keamanan baru, kampanye FortiBleed justru menggunakan kredensial yang telah bocor sebelumnya.
Pelaku memindai jaringan internet untuk menemukan perangkat Fortinet yang terekspos, lalu masuk menggunakan daftar kata sandi lama.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa masalah utama bukan berasal dari kelemahan sistem yang baru. "Perusahaan mungkin tidak mengganti kata sandi firewall mereka," tulis laporan tersebut.
Setelah berhasil mengakses sistem, aktor intelijen siber ini dapat mengambil data sensitif, termasuk data autentikasi tambahan untuk menyusup lebih dalam.
Para peretas secara terstruktur menyusun basis data berisi kredensial tervalidasi guna melancarkan aksi lanjutan atau memperjualbelikannya kepada kelompok kriminal lain.
SOCRadar, perusahaan keamanan siber yang memantau pergerakan ini, menyatakan bahwa pelaku secara sistematis membobol firewall dan gateway VPN Fortinet.
Tindakan tersebut bertujuan menimbun hak akses yang dapat digunakan kapan saja di masa mendatang.
>>> TNI AL Kirim 100 Prajurit ke Italia Jemput Kapal Induk Garibaldi
Tanggapan Resmi Fortinet
Menanggapi situasi ini, pihak Fortinet membenarkan adanya kampanye pencurian kredensial yang mengarah pada perangkat firewall dan VPN mereka.
Namun, korporasi menegaskan bahwa penyerangan tersebut tidak berkaitan dengan isu keamanan baru maupun kerentanan sistem yang belum terpetakan.
Update Terbaru
20 Rekomendasi Film Indonesia Terbaik Sepanjang Masa, dari Drama hingga Horor
Sabtu / 04-07-2026, 22:54 WIB
Menteri Hayward Buka CPA Career Fair, Dorong Talenta Akuntansi Bermuda
Sabtu / 04-07-2026, 22:54 WIB
Bibi Taylor Swift Bocorkan Detail Pernikahan dengan Travis Kelce
Sabtu / 04-07-2026, 22:54 WIB
Aksi Teatrikal di Unair Kritik Latihan Militer Kopdes Tewaskan Peserta
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Mental Baja Vozinha: Larang Rekan Menangis usai Ditekuk Argentina
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Sertijab Kakorlantas, Irjen Agus Titip Pesan ke Irjen Wibowo
Sabtu / 04-07-2026, 22:28 WIB
Hasil Uji Coba: Cetak Gol Telat, Malaysia U-17 Tahan Imbang Indonesia
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Museum Nintendo Tembus 800.000 Pengunjung Sejak Dibuka
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Rumor GTA 6: Versi Switch 2 Diklaim Atasi Hambatan Teknis
Sabtu / 04-07-2026, 22:27 WIB
Paus Leo XIV Berdoa untuk Migran di Lampedusa Tepat Hari Kemerdekaan AS
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Link Live Streaming Kanada vs Maroko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Kenapa Fan Antusias dengan Pernikahan Taylor Swift? Ini Kata Psikolog
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Star Fox Jadi Game Terlaris di eShop Nintendo Switch 2 Jepang Juni 2026
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB
Aspyr Pilih Kualitas Visual daripada 60 FPS di Rise of the Tomb Raider Switch 2
Sabtu / 04-07-2026, 22:22 WIB







