BRI Danareksa Sekuritas Rekomendasikan Enam Saham Unggulan Saat IHSG Pulih
BRI Danareksa Sekuritas menjagokan sejumlah saham pilihan saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berupaya pulih melalui reli taktis pada Rabu (17/6/2026).
Saham-saham tersebut meliputi BBCA, ISAT, EXCL, ANTM, TINS, dan AADI.
>>> PT Wahana Interfood Nusantara Tbk Raih Persetujuan Seluruh Agenda RUPST
Sektor perbankan, telekomunikasi, dan logam mendapatkan rekomendasi overweight karena diproyeksikan mencetak kinerja lebih baik dari pasar secara keseluruhan.
Rekomendasi Sektor Perbankan
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi, menyebut sektor perbankan menghadapi tekanan net interest margin (NIM) akibat kenaikan suku bunga.
Meski demikian, sektor ini tetap menjadi pilihan paling likuid jika arus dana asing maupun domestik kembali masuk.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 10.900 karena dinilai sebagai pilihan paling defensif.
Sektor Telekomunikasi dan Logam
Di sektor telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) mendapat rekomendasi beli dengan target harga Rp 3.000 dan PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dengan target harga Rp 3.700.
Menurut Erindra, sektor telekomunikasi menawarkan prospek pertumbuhan laba yang paling jelas di luar sektor komoditas.
>>> 5 HP Termurah yang Bisa Wireless Charging Mulai Rp3 Jutaan
Untuk sektor logam, PT Antam Tbk (ANTM) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.800 dan PT Timah Tbk (TINS) dengan target harga Rp 4.500, didukung valuasi menarik serta regulasi yang bersahabat.
Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi rekomendasi di sektor batu bara dengan target harga Rp 12.400 setelah adanya kejelasan terkait Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Penurunan risiko mekanisme ekspor dan kuatnya prospek laba tahun 2026 membuat saham AADI semakin menarik.
Prospek IHSG dan Fokus Pasar
Target IHSG akhir tahun 2026 dipertahankan pada level 7.200, meskipun saat ini posisi indeks masih berada di bawah skenario pesimistis yaitu 6.550.
Erindra menambahkan bahwa hal ini mengindikasikan pasar masih mencerminkan ekspektasi yang sedikit lebih buruk dibandingkan kemungkinan realistis berupa revisi prospek oleh S&P.
Fokus pasar jangka pendek akan mengarah pada hasil tinjauan prospek dan peringkat utang Indonesia oleh S&P, serta evaluasi aksesibilitas pasar oleh MSCI.
>>> 6 HP Android Alternatif Terbaik untuk Rekam Video Cinematic
Apabila kedua hasil tersebut tidak membawa kejutan negatif, pasar berpotensi bergerak menuju skenario dasar.
Update Terbaru
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Los Angeles Alami Suhu Lebih Dingin di Tengah Gelombang Panas Nasional
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Zendaya Puji Dedikasi Tom Holland di Film Spider-Man: Brand New Day
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB
Kebakaran Besar Melanda Bekas Pembangkit Listrik Aberthaw di Wales
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
BBC Hentikan Serial Winterwatch Setelah 14 Tahun, Ganti dengan Naturewatch
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Resiliensi dan Fokus Baja: AS Kalahkan Bosnia di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:21 WIB
Piala Dunia 2026: Taruhan USMNT Cetak Rekor Baru
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB
Invasi Suporter Argentina di Miami: Tiket Mahal dan Keamanan Diperketat
Jumat / 03-07-2026, 04:16 WIB






