Prospek Reksadana Dolar AS Masih Menarik untuk Diversifikasi Portofolio
Prospek reksadana berbasis dolar Amerika Serikat (AS) dinilai masih menarik sebagai instrumen diversifikasi portofolio.
Hal ini terjadi meskipun pasar global dibayangi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
>>> Laga Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026 Diwarnai Protes Politik
Kebijakan moneter The Fed (FOMC) diprediksi akan menahan suku bunga acuan di level tinggi sepanjang 2026. Tantangan inflasi yang masih membandel menjadi penyebabnya.
Pada FOMC 16-17 Juni, diperkirakan Fed Rate akan ditahan di level 3,50%-3,75%.
Director & Chief Investment Officer, Fixed Income PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Ezra Nazula mengatakan skenario The Fed menunda penurunan suku bunga atau bahkan kembali menaikkan suku bunga hingga tahun depan berpotensi menjadi tantangan bagi pasar keuangan.
Namun, di tengah kondisi tersebut masih terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan investor. Produk reksadana berbasis USD termasuk salah satunya.
Peluang di Tengah Ketidakpastian
Menurut Ezra, kenaikan suku bunga dapat meningkatkan daya tarik instrumen pasar uang. Hal ini seiring naiknya ekspektasi tingkat bunga deposito.
“Kemudian naiknya tingkat yield obligasi juga memberi peluang bagi investor untuk berinvestasi di level yield yang menarik, ideal bagi investor dengan perspektif jangka panjang,” ujar Ezra kepada Kontan, Jumat (12/6/2026).
Di sisi lain, Ezra menilai penguatan indeks dolar AS (DXY) tidak secara langsung menjadi faktor utama yang mendorong kinerja reksadana USD.
Kinerja reksadana lebih banyak ditentukan oleh performa aset dasar yang menjadi portofolionya.
Saat ini DXY berada di level 99,69 atau naik 1,39% ytd.
“Umumnya reksadana berdenominasi dolar AS berinvestasi pada aset dasar berdenominasi dolar AS juga, sehingga pergerakan mata uang dolar tidak berpengaruh pada harga unitnya.
Update Terbaru
Los Angeles Lakers Bangun Ulang Skuad di Sekitar Luka Doncic dengan Beberapa Perekrutan
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
ICE Bebaskan Biarawati Nigeria yang Ditahan Saat Berjalan ke Gereja di Texas
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
Toronto Raptors Resmi Perpanjang Kontrak Alijah Martin Dua Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:30 WIB
St. Louis Blues Resmi Rekrut Ross Johnston Kontrak Tiga Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
15 Fitur Tersembunyi Google Maps yang Jarang Diketahui Pengguna
Kamis / 02-07-2026, 01:29 WIB
Kode Redeem FF Free Fire Terbaru Juli 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Web Top Up Diamond Free Fire Termurah dan Aman, Ada Diskon?
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
7 Aplikasi AI Penghasil Uang 2026, Terbukti Bayar ke DANA dan Gopay
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Mint Mobile Tawarkan Paket Unlimited Rp15/Bulan, Incar Pelanggan T-Mobile
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Nonaktifkan 4,8 Juta Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Euforia Suporter Meksiko Rayakan Kemenangan Piala Dunia di LA dan Mexico City
Kamis / 02-07-2026, 01:28 WIB
Indonesia Targetkan Netralitas Degradasi Lahan 12,3 Juta Hektare pada 2030
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Panduan Mengoperasikan Jalur Logistik Ramah Lingkungan di China Sepanjang 2026
Kamis / 02-07-2026, 01:26 WIB
Melania Trump Raup Rp170 Miliar dari Film Dokumenter Amazon
Kamis / 02-07-2026, 01:25 WIB






