Jerman Dukung Percepatan Penyelesaian Perjanjian IEU-CEPA dengan Indonesia
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan dukungan negaranya untuk mempercepat penyelesaian perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA).
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).
>>> Garena Belum Rilis Kode Redeem FF Terbaru 9 Mei 2026, Ini Alternatifnya
Melalui IEU-CEPA, hubungan dagang Indonesia-Uni Eropa diproyeksikan memasuki babak baru. Kesepakatan ini diharapkan memperluas peluang investasi dan memperkuat kolaborasi ekonomi antarbenua.
Penghapusan Tarif Bea Masuk
Salah satu poin utama dalam IEU-CEPA adalah penghapusan tarif bea masuk secara signifikan. Setelah berlaku, sekitar 90 persen produk Eropa ke Indonesia akan bebas bea masuk.
Sementara itu, 80 persen produk unggulan Indonesia mendapatkan akses tarif nol persen ke Uni Eropa.
"Dengan perjanjian itu, 90% dari biaya cukai ditiadakan. Ini akan mendorong kelancaran arus perdagangan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kedua pihak," ujar Steinmeier.
>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 21 Juni 2026
Proses ratifikasi kini menjadi prioritas Jerman dan ditargetkan rampung pada kuartal kedua tahun 2026. Implementasi efektif diharapkan mulai berjalan pada awal tahun 2027.
Kemitraan strategis ini juga dirancang untuk membuka jalan bagi perusahaan Jerman meningkatkan investasi di Indonesia, terutama di sektor inovasi.
"Perjanjian ini akan mendorong kolaborasi yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia, terutama di bidang inovasi yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi di masa depan," pungkas Steinmeier.
Keberhasilan ratifikasi IEU-CEPA dinilai penting bagi Indonesia untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan menarik investasi asing langsung (FDI).
>>> Jadwal Bioskop Trans TV 17 – 21 Juni 2026
Kerja sama ini juga diharapkan mempercepat transfer teknologi di tengah tantangan global.
Update Terbaru
Pabrik Pasangkan Kamera pada Pekerja untuk Latih Robot Pengganti
Kamis / 02-07-2026, 02:05 WIB
Investor SpaceX Kembali Alami Hari yang Berat
Kamis / 02-07-2026, 02:02 WIB
Kim Tae Ri Pertimbangkan Tawaran Drama Baru Sister, I Am the Queen in This Life
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Replay Juli Bertema Assassin's Creed: Kirim Klip Terbaikmu untuk Menang Voucher Amazon
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Sadie Sink Baru Terima Naskah Spider-Man: Brand New Day Setelah Tiba di London
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Mantan Bos PlayStation: Port PC Tak Kurangi Penjualan Hardware
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Ubisoft Ubah Bocoran Remake Assassin's Creed Black Flag Jadi Promo Resmi
Kamis / 02-07-2026, 02:01 WIB
Polisi Atlanta Tuduh Ciarre Campbell Bunuh Ibu Kandung
Kamis / 02-07-2026, 02:00 WIB
Diskon $300 untuk Acer Predator Helios Neo 16S dengan RAM 32GB dan RTX 5070 Ti
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Cyberpunk 2077 Lebih Kompleks dari The Witcher 3, Kata Developer
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Clair Obscur Lead Puji Relaunch Final Fantasy 14 sebagai yang Terbaik dalam Sejarah Game
Kamis / 02-07-2026, 01:57 WIB
Pilgub Colorado: Kirkmeyer Ungguli Marx dalam Pemilihan Pendahuluan GOP
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB
Pistons Terancam Kehilangan Tobias Harris dan Jalen Duren di Bursa Bebas
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB
Komunitas di Alberta Rayakan Canada Day dengan Festival dan Kembang Api
Kamis / 02-07-2026, 01:56 WIB






