Gunung Bromo Berselimut Embun Upas Akibat Fenomena Bediding
Kawasan Gunung Bromo kembali memikat perhatian dengan pemandangan unik yang menyerupai hamparan salju. Fenomena embun upas ini muncul akibat penurunan suhu udara yang drastis di sekitar area pegunungan.
Lapisan kristal es menyelimuti dedaunan, rumput, hingga lautan pasir di kaldera. Pemandangan langka di wilayah tropis ini menarik antusiasme wisatawan yang datang sejak dini hari.
>>> Alwi Farhan ke Final Australian Open 2026 Usai Kalahkan Jason Gunawan
Pemandu wisata Bams Tour Bromo, Bambang, menjelaskan bahwa embun upas menandai dimulainya musim kemarau di Pegunungan Tengger. Fenomena ini biasanya berlangsung dari Juni hingga Agustus.
"Embun upas umumnya muncul pada rentang Juni hingga Agustus, saat suhu udara mencapai titik terendah.
Ketika temperatur turun di bawah lima derajat Celsius, embun yang terbentuk pada malam hari dapat membeku dan membentuk kristal es," ungkap Bambang.
Para pelancong disarankan datang lebih awal karena lapisan es akan mencair seiring terbitnya matahari. Suhu hangat dari sinar matahari membuat kristal es perlahan menghilang.
Selain panorama matahari terbit, embun upas menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Banyak wisatawan penasaran ingin melihat fenomena yang sekilas menyerupai salju.
Penyebab Embun Upas
Prakirawan BMKG Juanda, Siska Anggraeni, memaparkan bahwa embun upas terbentuk karena pendinginan radiasi yang kuat pada malam hari.
>>> Persija Jakarta Targetkan Juara BRI Super League Demi Kado Lima Abad Ibu Kota
Faktor pendukung meliputi udara kering, langit cerah, ketinggian wilayah, dan pengaruh massa udara dingin dari Australia.
"Embun upas merupakan salah satu dampak dari fenomena bediding, yaitu kondisi udara yang terasa lebih dingin dari biasanya pada musim kemarau.
Saat bediding kuat, langit cerah, angin lemah, dan udara kering, suhu minimum di kawasan Bromo dapat turun mendekati atau di bawah titik beku," ungkap Siska.
Fenomena bediding merupakan siklus cuaca normal di dataran tinggi Indonesia saat musim kemarau. Dominasi massa udara kering menyebabkan pelepasan panas dari permukaan bumi lebih cepat pada malam hari.
"Fenomena bediding merupakan kondisi yang umum terjadi pada musim kemarau akibat dominasi massa udara kering dan pendinginan permukaan bumi pada malam hari.
>>> Lagu Lawas Mama I'm a Criminal Karya Aodion Kembali Viral di TikTok
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memantau informasi cuaca dari BMKG," ujar Siska.
Update Terbaru
Innalillahi! Sebening Cinta Kembali Merosot, Inilah Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Kya Kehna Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 3 Juli 2026 di ANTV
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis The Lost City of Z di Bioskop Trans TV Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Spider-Man: No Way Home di Bioskop Trans TV Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB






