Investasi Emas Batangan Diproyeksi Kalahkan Emas Perhiasan Sisa Tahun 2026
Investasi emas batangan diperkirakan mendominasi pasar logam mulia dibandingkan emas perhiasan pada sisa tahun 2026.
Pergeseran tren ini dipicu oleh tingginya harga yang menurunkan minat beli di sektor perhiasan.
>>> Agenda Ekonomi Global Pekan Ini: Inflasi AS hingga Cadangan Devisa RI
Laporan perusahaan konsultan Metals Focus menyebutkan penurunan permintaan emas perhiasan terjadi setelah kerugian dua digit di tengah lonjakan harga.
Sektor investasi fisik yang menguat belum mampu menahan penurunan total permintaan emas global.
Metals Focus memproyeksikan total permintaan emas global akan menyusut 2% pada tahun 2026. Penurunan ini didorong oleh berkurangnya pembelian perhiasan serta penurunan aktivitas belanja bank sentral.
Sektor resmi juga diprediksi mengurangi pembelian bersih emas pada 2026 meskipun diversifikasi cadangan devisa masih berjalan.
Lonjakan harga energi mendorong bank sentral melakukan intervensi pasar valuta asing untuk mencegah depresiasi mata uang.
"Hal ini biasanya membutuhkan penjualan aset cadangan likuid, termasuk emas.
>>> 5 Legenda Sepak Bola yang Namanya Diabadikan Jadi Nama Stadion
Peningkatan penjualan emas Rusia yang diantisipasi juga akan berkontribusi pada penjualan kotor yang lebih tinggi tahun ini," kata Metals Focus dalam laporan tahunan terbarunya.
Pada tahun lalu, permintaan emas perhiasan sudah merosot 19% akibat ekspektasi harga tinggi serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Kondisi tersebut mendorong konsumen beralih ke emas batangan dan koin sejak tahun 2025.
Metals Focus memperkirakan kecenderungan beralihnya minat konsumen akan terus berlanjut sepanjang tahun ini.
Investasi emas fisik diproyeksikan melonjak 15% hingga mencapai level tertinggi sejak 2013, melampaui volume permintaan emas perhiasan untuk pertama kalinya.
Di samping pergeseran instrumen, harga emas diperkirakan kembali naik signifikan pada paruh kedua tahun 2026.
>>> Harga Emas Dunia 8 Juni 2026 Naik Tipis ke US$ 4.340 Per Troy Ons
Analis Metals Focus memproyeksikan rata-rata harga emas melonjak 43% hingga mencetak rekor tertinggi baru di US$ 4.920 per troy ounce pada tahun 2026.
Update Terbaru
Netflix Rilis Enola Holmes 3 dengan Sutradara Baru Philip Barantini
Rabu / 01-07-2026, 14:22 WIB
Belgium vs Senegal di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 01-07-2026, 14:22 WIB
Ekuador Lolos ke 32 Besar Piala Dunia Usai Kalahkan Jerman
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Colin Farrell Bergabung dengan Cast Film Netflix Bad Bridgets
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Profil BTR Finn: Roamer Agresif Bigetron yang Bawa Tim Juara MPL Season 17
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Oppo Reno 16 Hadirkan AI Snap Key yang Satukan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Pikat Gen Z, Tren Busana Muslim Kini Beralih ke Warna Ekspresif dan Layering
Rabu / 01-07-2026, 14:21 WIB
Shenina Cinnamon Pamer Baby Bump Makin Besar, Tampil Seksi dengan Tank Top Lace
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Serbuan Mobil China dan Rencana Mobil Nasional Tunda Insentif EV
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Harga iPad dan iPhone 17 Naik di Indonesia, Ini Daftarnya
Rabu / 01-07-2026, 14:20 WIB
Mariners Lakukan Penyesuaian Roster dan Lineup Jelang Lawan Angels
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB
Daftar Keluarga Raffi Ahmad yang Menjabat di Pemerintahan dan BUMN, dari Bupati hingga Komisaris
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB
Trump Ubah Sistem Pinjaman Mahasiswa Federal, Berlakukan Batas Baru
Rabu / 01-07-2026, 14:15 WIB






