Konser Ramah Lingkungan Lebih dari Sekadar Bebas Plastik dan Pilah Sampah
Konser musik bukan sekadar hiburan. Seiring perubahan iklim, konsep konser ramah lingkungan atau konser hijau semakin digalakkan.
Dampak lingkungan dari konser musik cukup besar. Tur musisi dari satu kota ke kota lain, serta perjalanan penonton, menjadi pemicu kesadaran akan jejak karbon.
>>> Harta Tembus US$2 Miliar, Taylor Swift Jadi Musisi Perempuan Terkaya
John Buckley dari Carbon Footprint mencatat tur Madonna pada 2008 menghabiskan energi setara menyalakan lampu 100 watt selama 400 tahun.
Sementara itu, emisi gas rumah kaca dari industri musik di Inggris pada 2007 mencapai 540 ribu ton CO2e per tahun.
Sebanyak 74 persen emisi berasal dari pertunjukan langsung, termasuk konser.
Angka itu setara dengan menyetir mobil bensin sejauh 1,6 miliar kilometer atau listrik untuk 190 ribu rumah setahun.
Transportasi penonton dan artis menyumbang 46 persen gas berbahaya, sementara energi acara seperti genset menyumbang 27 persen.
Keberlanjutan Bukan Sekadar Komersial
Konser berkelanjutan tidak hanya mementingkan aspek komersial. Menurut S Henderson, manajemen harus bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan memiliki tanggung jawab sosial.
>>> Telkom Luncurkan AICosystem untuk Percepat Adopsi Kecerdasan Buatan Nasional
Kesadaran penonton juga mendorong perubahan. Penelitian menunjukkan pengunjung bersedia berpartisipasi dalam festival yang lebih ramah lingkungan.
Pemicu emosional dan norma pribadi lebih kuat mendorong perilaku ramah lingkungan dibandingkan fakta ilmiah atau tekanan sosial.
Hindari Gimik, Terapkan Aksi Nyata
Kebijakan ramah lingkungan harus didorong oleh penyelenggara. Nilai pribadi manajer dan permintaan pemangku kepentingan menjadi pendorong utama.
Penonton perlu jeli agar tidak terjebak gimik. Konser yang sungguh peduli lingkungan menunjukkan upaya minimalisasi limbah, penggunaan energi terbarukan, dan integrasi dengan transportasi umum.
Salah satu aksi nyata adalah pembelian kredit karbon. Biaya kompensasi bisa dimasukkan ke harga tiket dan hanya menambah satu persen secara rata-rata.
>>> Kondisi Terbaru Tio Pakusadewo Usai Jalani Perawatan Intensif di RS
Konser berkelanjutan harus menyentuh hal sistemik. Promotor serius bekerja sama dengan pemangku kepentingan yang memahami konsep berkelanjutan dan menciptakan suasana inklusif.
Update Terbaru
Cape Verde Tak Gentar Hadapi Argentina dan Messi di Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
Rating Pemain Portugal vs Kroasia: Ronaldo Cetak Gol, tapi Rafael Leao yang Terbaik
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Tolak Anggapan Piala AFF Ecek-ecek: Kita Belum Juara
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
'Teach You a Lesson' Geser 'The Glory' dari 5 Besar Drama Korea Netflix
Jumat / 03-07-2026, 23:07 WIB
PSSI Targetkan Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Bunuh 21 Ribu Anak Gaza, Israel Makin Dicap Rezim Pembunuh Bayi
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Wamendagri Minta Pemkab Intan Jaya Serius Tangani Temuan Jenazah Warga
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Prediksi Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Los Cafeteros Unggul
Jumat / 03-07-2026, 23:06 WIB
Heeseung Resmi Tinggalkan ENHYPEN untuk Karier Solo, Ini Penjelasan BELIFT LAB
Jumat / 03-07-2026, 23:03 WIB
Stray Kids' Seungmin Kurangi Aktivitas karena Cedera Pergelangan Kaki
Jumat / 03-07-2026, 23:03 WIB
Dua Acara Memasak Realitas Korea Baru untuk Ditonton Setelah 'Culinary Class Wars'
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB
Dealer Dodge di California Timbun 15 Challenger Demon, Termasuk 7 Demon 170
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB
PLN Buka Suara soal Ruko di Bekasi Curi Listrik untuk Tambang Kripto
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB
Keliling Antilapar di JXB 2026, Ini Lokasi dan Daftar Tenant Kuliner
Jumat / 03-07-2026, 23:02 WIB






