Piala Dunia 1978: Sejarah Kelam Argentina Juara di Tengah Gejolak Politik
Piala Dunia FIFA 1978 menjadi edisi ke-11 turnamen sepak bola paling bergengsi. Berlangsung dari 1 hingga 25 Juni 1978, Argentina meraih gelar juara dunia untuk pertama kalinya.
Tuan Rumah dan Peserta
Argentina menjadi tuan rumah dengan pertandingan di lima kota: Buenos Aires, Rosario, Cordoba, Mar del Plata, dan Mendoza.
>>> IHSG Ambruk: Saham Big Banks Terkoreksi, BBCA Tertekan Paling Dalam
Pertandingan pembuka dan final digelar di Buenos Aires.
Sebanyak 16 tim nasional berpartisipasi setelah lolos dari kualifikasi yang diikuti 107 negara.
Peserta terdiri dari Argentina (tuan rumah), Brasil, Peru, Jerman Barat (juara bertahan), Belanda, Italia, Austria, Spanyol, Skotlandia, Prancis, Swedia, Hungaria, Polandia, Meksiko, Tunisia, dan Iran.
Final Argentina vs Belanda
Partai final mempertemukan Argentina dengan Belanda. Belanda mencapai final kedua kalinya setelah 1974, namun tanpa Johan Cruyff.
Pertandingan berakhir 1-1 di waktu normal dan berlanjut ke perpanjangan waktu.
Mario Kempes menjadi pahlawan Argentina dengan dua gol, dan Daniel Bertoni menyumbang satu gol tambahan, mengantarkan kemenangan 3-1.
>>> Main 10 Ribu Jam, Fans Destiny 2 Ungkap Kekecewaan Mengejutkan di 2026
Gol tunggal Belanda dicetak Dick Nanninga. Final digelar di Estadio Monumental, Buenos Aires, pada 25 Juni 1978.
Kontroversi Sepanjang Turnamen
Piala Dunia 1978 disebut sebagai salah satu turnamen paling kontroversial.
Diselenggarakan di bawah junta militer pimpinan Jenderal Jorge Videla, turnamen ini diduga dipakai untuk propaganda politik guna menutupi pelanggaran HAM.
Johan Cruyff tidak ikut serta, awalnya dikira karena motif politik, namun kemudian diakui karena percobaan penculikan terhadap keluarganya di Barcelona.
Laga Argentina vs Peru juga menimbulkan kecurigaan: Argentina menang 6-0 dan butuh minimal empat gol untuk melaju ke final, memicu dugaan pengaturan skor atau tekanan politik.
Belanda memprotes taktik Argentina yang menunda kick-off final karena gips di tangan Rene van de Kerkhof, pemain Belanda, yang dianggap mengganggu psikologis lawan.
>>> Bocoran Steam Deck 2: Strategi Valve Hadapi PS6 pada 2028
Meski penuh intrik politik, Argentina menunjukkan kualitas lewat penampilan gemilang Mario Kempes. Ia meraih penghargaan pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik turnamen.
Update Terbaru
Innalillahi! Sebening Cinta Kembali Merosot, Inilah Program Acara dengan Rating Terbaik Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Kya Kehna Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 3 Juli 2026 di ANTV
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis The Lost City of Z di Bioskop Trans TV Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Sinopsis Spider-Man: No Way Home di Bioskop Trans TV Hari ini 3 Juli 2026
Jumat / 03-07-2026, 05:00 WIB
Matt Smith Tak Percaya Keanu Reeves Nonton Film Gagalnya, Morbius
Jumat / 03-07-2026, 04:29 WIB
Manajer Komunitas Destiny 2 Kritik Pemimpin yang Buat Keputusan Buruk Bertahun-tahun
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mikel Oyarzabal Bawa Spanyol ke Babak 16 Besar Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Mike Rowe Gugat Discovery atas Biaya Narasi Deadliest Catch
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Penampakan Hiu Paksa Penutupan Bergilir di Pantai Long Island dan Queens
Jumat / 03-07-2026, 04:28 WIB
Square Enix Manga & Books Umumkan 8 Manga dan 2 Buku Final Fantasy
Jumat / 03-07-2026, 04:26 WIB






