Ekonomi RI Tertekan Global: Kembali ke Pasal 33 UUD Jadi Solusi Terbaru 2026
Kondisi geopolitik global yang dinamis, termasuk perang dagang dan fragmentasi ekonomi, mendorong Indonesia untuk mencari arah pembangunan ekonomi yang kokoh dan berdaulat.
Pasal 33 UUD 1945 kembali menjadi kompas utama dalam menentukan kebijakan negara.
>>> Vespa Edisi Spesial 80 Tahun Resmi Meluncur, Ini Spek Terbaru yang Banyak Dicari 2026
Pembangunan ekonomi nasional tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan angka statistik. Fokus utama harus diarahkan pada penciptaan struktur ekonomi yang inklusif, adil, dan mampu menjawab tantangan disrupsi teknologi.
Transformasi Industri Melalui Hilirisasi
Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai pemerintahan saat ini memiliki momentum tepat untuk mengaktualisasikan semangat Pasal 33.
Langkah pemerintah membangun fondasi industrialisasi melalui hilirisasi sumber daya alam patut diapresiasi.
Kebijakan strategis ini mencakup pengolahan komoditas seperti nikel, bauksit, hingga tembaga di dalam negeri untuk memperkuat industri baterai kendaraan listrik.
Upaya ini merupakan langkah konkret agar Indonesia tidak lagi terjebak sebagai negara pengekspor bahan mentah.
Hasil kebijakan hilirisasi mulai terlihat pada peningkatan nilai ekspor nasional. Sebelum kebijakan ini diterapkan, nilai ekspor nikel Indonesia hanya sekitar US$3 miliar.
Angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai US$34 miliar setelah pemerintah melarang ekspor bahan mentah dan mendorong pembangunan pabrik pengolahan.
Peningkatan nilai tambah ini terbukti mampu menciptakan lapangan kerja baru, menarik investasi, dan memperkuat devisa negara.
Tantangan Struktural dan Tekanan Pasar
Meskipun menunjukkan pencapaian positif, Indonesia tetap harus waspada terhadap berbagai tantangan ekonomi.
Fluktuasi nilai tukar rupiah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini menjadi alarm bagi ketahanan ekonomi nasional.
Nilai tukar rupiah sempat mendekati level Rp17.500 per dolar AS, sementara IHSG terus mengalami tekanan akibat ketidakpastian global.
Update Terbaru
LG Kenalkan Smart Home AI ala Korea di Indonesia, Gandeng Minho SHINee
Rabu / 01-07-2026, 13:15 WIB
Koleksi Merchandise Disney F1 Ini Bikin Saya yang Bukan Penggemar Balap pun Tertarik
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Twenty Below Coffee Tutup Dua Lokasi di Fargo dan Moorhead
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
Justin Wrobleski Dominasi Twins, Perkuat Peluang ke All-Star
Rabu / 01-07-2026, 13:14 WIB
RTX 3060 Kembali Dijual di Jerman, Tapi Harganya Lebih Mahal dari GPU Generasi Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Dave Roberts Raih Kemenangan ke-1.000 sebagai Manajer Dodgers
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Niall Horan Hadiri Wimbledon 2026 Bersama Kekasih, Bicara Kesuksesan Album Baru
Rabu / 01-07-2026, 13:10 WIB
Bracket Knockout Piala Dunia 2026 Ditentukan, 32 Tim Bersaing
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
Dodgers Panggil Wyatt Mills, Designate Jonathan Hernandez
Rabu / 01-07-2026, 13:08 WIB
BMW Luncurkan X5 Generasi Kelima dengan Lima Pilihan Drivetrain
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
PERURI Pamerkan Inovasi Limbah Jadi Paving Block di Sunda Karsa Fest KKJ 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Kemenperin: Penguatan HGBT Jadi Penopang Industri Nasional
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Syarat Terjadinya Integrasi Sosial di Masyarakat Menurut Ahli
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB
Cara Cepat Dapat Saldo DANA 10 Dolar Lewat Aplikasi Puzzle Seru 2026
Rabu / 01-07-2026, 13:07 WIB






