Untung Rugi Ekonomi Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia
Piala Dunia merupakan ajang sepak bola terbesar sekaligus salah satu event termahal di dunia. Setiap edisi menghabiskan miliaran dolar untuk pembangunan stadion, infrastruktur, dan fasilitas pendukung.
Namun, pertanyaan besarnya adalah apakah negara tuan rumah benar-benar mendapatkan keuntungan ekonomi?
>>> Red Bull Bragantino Wajib Kalahkan Carabobo FC untuk Lolos Playoff
Pertanyaan ini semakin relevan setelah Qatar menggelontorkan dana fantastis untuk Piala Dunia 2022, menjadikannya edisi termahal sepanjang sejarah.
Penelitian Sebut Dampak Ekonomi Tidak Selalu Positif
Tiga ekonom, Jorge Viana, Antonio Barbosa, dan Breno Sampaio, melakukan penelitian tentang dampak ekonomi Piala Dunia.
Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah berjudul "Does the World Cup get the economic ball rolling?" pada 2018.
Mereka menganalisis Piala Dunia dari edisi 1978 di Argentina hingga 2006 di Prancis. Kesimpulannya, Piala Dunia tidak memberikan dampak positif signifikan terhadap PDB per kapita negara tuan rumah.
Dalam beberapa kasus, dampaknya justru negatif karena biaya pembangunan besar tidak sebanding dengan pemasukan jangka pendek.
Namun, penelitian itu tidak memasukkan faktor citra negara dan efek pariwisata jangka panjang.
Qatar: Investasi Raksasa dengan Manfaat Jangka Panjang
Qatar menjadi contoh paling nyata mahalnya biaya Piala Dunia.
>>> Independiente del Valle Tekuk Rosario Central untuk Juarai Grup H
Negara itu menggelar Piala Dunia 2022 dengan investasi mencapai 200-300 miliar dolar AS atau sekitar Rp3.500 triliun.
Menurut IMF, dana tersebut digunakan untuk membangun stadion, hotel, jalur kereta api, pelabuhan, transportasi bawah tanah, hingga bandara.
Pemasukan langsung Qatar dari Piala Dunia diperkirakan hanya 1,6-2,4 miliar dolar AS, atau sekitar 0,7-1 persen dari PDB Qatar pada 2022.
Sebagian besar pemasukan berasal dari sektor pariwisata. Selama turnamen, sekitar 3,4 juta penggemar sepak bola datang ke Qatar.
Meski secara finansial tidak sebanding, Qatar diyakini mendapatkan manfaat jangka panjang.
Media The Banker melaporkan bahwa kunjungan wisatawan ke Qatar pada Januari-Februari 2023 meningkat 347 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Firma konsultan LOGIC menilai Qatar memperoleh keuntungan dari sisi citra positif. Infrastruktur modern yang dibangun mampu meningkatkan kepercayaan investor dan membuka lapangan pekerjaan.
>>> Ronald Koeman Beberkan Alasan Taktis Pilih Weghorst dan Depay untuk Piala Dunia 2026
Karena itu, meski Piala Dunia sering dianggap tidak memberikan keuntungan ekonomi langsung yang besar, banyak negara tetap melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk membangun reputasi global dan mempercepat pembangunan nasional.
Update Terbaru
Pacar Courtney Clenney Ternyata Buronan Kasus Kekejaman pada Hewan
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Lil Wayne Hadiri Pesta Putih Michael Rubin Setelah Batal Konser di Maine
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Taylor Frankie Paul: Mantan Suami Ajukan Bukti Baru dalam Gugatan TRO
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Moussa Niakhate Sesali Kelengahan Lima Menit yang Hancurkan Mimpi Senegal
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Penampakan Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Pelatih Timnas Voli U-18 Indonesia Puas Usai Kalahkan Iran di AVC U-18
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
PKB Ancam Sanksi Tegas Kader Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Jumat / 03-07-2026, 00:21 WIB
Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Penyaluran Energi di Lapangan
Jumat / 03-07-2026, 00:20 WIB
Bururam United Beri Kode, Sandy Walsh Tetap Dipertahankan
Jumat / 03-07-2026, 00:17 WIB
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas di Gaza, Tentara Israel Dituding Jadi Biang Kerok
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Kritik Pedas Toni Kroos: Skuad Jerman Kosong Kualitas, Tak Punya Pembeda di Piala Dunia
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Bang Zoom! Cari Bakat Pengisi Suara Anime Generasi Baru
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Prediksi Swiss vs Aljazair di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB
Viral Ruko di Bekasi Curi Listrik Diduga untuk Tambang Bitcoin
Jumat / 03-07-2026, 00:16 WIB






