Pakar IPB University Dorong Pengolahan Limbah Hewan Kurban
Pakar IPB University Salundik mengingatkan potensi lonjakan limbah hewan kurban yang dapat mencemari lingkungan menjelang Hari Raya Iduladha.
Penanganan khusus diperlukan karena volume limbah besar dan tersebar di berbagai titik.
>>> Kejaksaan Agung Sembelih 57 Ekor Sapi pada Iduladha 1447 Hijriah
Masalah penanganan limbah terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, limbah dari kawasan perdagangan hewan, dan kedua, limbah di area pemotongan.
Penumpukan sisa pakan hijau serta feses biasanya mendominasi area penjualan. Hal ini akibat masa penampungan ternak yang berlangsung cukup lama.
"Karena ternak dikumpulkan dalam jumlah besar sekitar 20 hari sebelum Iduladha, akumulasinya menjadi sangat masif," ujar Salundik.
Penampungan berisi 50 ekor sapi mampu memproduksi limbah kotoran hingga 20 ton selama masa pemeliharaan. Satu ekor sapi rata-rata menghasilkan sekitar 20 kilogram kotoran setiap harinya.
Limbah Pemotongan Berisiko Tinggi
Kotoran yang dihasilkan di area pemotongan memiliki ancaman kontaminasi yang jauh lebih tinggi. Sisa pemotongan meliputi genangan darah, isi rumen, hingga bagian saluran pencernaan.
"Jenis limbah di area penyembelihan memerlukan penanganan khusus karena risiko kontaminasinya lebih tinggi," kata Salundik.
>>> Aplikasi Penghasil Saldo DANA Alami Lonjakan Pengguna Jelang Akhir Mei 2026
Untuk mengatasi limbah di area perdagangan, masyarakat diimbau mengubah sisa pakan hijau dan feses menjadi produk bernilai jual.
Kotoran ternak sangat potensial diolah menjadi pupuk kompos atau vermikompos.
"Feses dan sisa pakan dapat diolah menjadi pupuk organik seperti kompos atau vermikompos. Ini menjadi solusi praktis sekaligus memberikan nilai ekonomi," jelas Salundik.
Namun, manajemen pembuangan di lokasi pemotongan masih menghadapi hambatan besar.
Kendala tersebut dipicu oleh ketidakpastian jumlah hewan yang disembelih, sebaran lokasi pemotongan yang acak, serta minimnya lahan pengolahan.
Upaya tata kelola limbah sirkular ini memerlukan perencanaan matang dan koordinasi kuat antarpihak terkait, khususnya di wilayah perkotaan.
>>> Harga Emas Antam Turun Rp6.000 per Gram Pagi Ini
Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan polusi lingkungan sekaligus mendukung praktik ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Update Terbaru
Elang Botak Sandy dan Luna Kembali ke Sarang di Hutan San Bernardino
Sabtu / 04-07-2026, 00:42 WIB
KPK Dalami Pengakuan Menhut soal Amplop Bupati Kuansing
Sabtu / 04-07-2026, 00:41 WIB
Usai Donasi Rp467 Miliar, Taylor Swift dan Travis Kelce Dikabarkan Resmi Menikah
Sabtu / 04-07-2026, 00:41 WIB
Sony Batal Rilis PS1 Baterai di Dalam DualShock karena Sengketa Royalti
Sabtu / 04-07-2026, 00:36 WIB
Cyberpunk 2077 Tembus 40 Juta Kopi Terjual, Developer Ucapkan Terima Kasih
Sabtu / 04-07-2026, 00:36 WIB
Review Scuf Omega: Nyaman Digenggam, Tapi Tombol Sampingnya Kurang Memuaskan
Sabtu / 04-07-2026, 00:36 WIB
Ayam Panggang Sam's Club Kalahkan Costco dalam Uji Consumer Reports
Sabtu / 04-07-2026, 00:36 WIB
Belanja AI Perusahaan Anjlok, Biaya Token Lebih Mahal dari Tenaga Manusia
Sabtu / 04-07-2026, 00:35 WIB
Chicago dan Sekitarnya Siapkan Perayaan 4 Juli Terbesar untuk HUT ke-250 AS
Sabtu / 04-07-2026, 00:35 WIB
Trump dan Mamdani Pimpin Perayaan 250 Tahun Amerika Serikat
Sabtu / 04-07-2026, 00:35 WIB
Dwayne Johnson Konfirmasi Moana 3 Sedang Dikerjakan
Sabtu / 04-07-2026, 00:32 WIB
Jannik Sinner Hadapi Jenson Brooksby di Babak Ketiga Wimbledon
Sabtu / 04-07-2026, 00:31 WIB
San Diego Batasi Bahan Kimia Kembang Api Big Bay Boom untuk Hari Kemerdekaan
Sabtu / 04-07-2026, 00:31 WIB
Masa Depan Tanpa Cakram PlayStation Bisa Pengaruhi Xbox dan Nintendo
Sabtu / 04-07-2026, 00:29 WIB






