Valentino Rossi Soroti Jarak Tipis Hidup dan Mati di MotoGP
Legenda MotoGP Valentino Rossi kembali menyoroti risiko fatal di lintasan balap. Ia menegaskan bahwa jarak antara hidup dan mati bagi pebalap sangatlah tipis.
Pernyataan itu muncul setelah kecelakaan brutal menimpa Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026. Insiden tersebut memicu respons dari Rossi yang mengingat pengalaman traumatisnya sendiri.
>>> Chery Tunggu Regulasi Resmi Soal Insentif Mobil Listrik Baterai Nikel
Kecelakaan Alex Marquez dan Kenangan Rossi
Kecelakaan terjadi ketika Alex Marquez menabrak bagian belakang motor Pedro Acosta yang mengalami kendala teknis. Akibatnya, Alex Marquez kehilangan kendali dan terguling di tepi sirkuit.
Benturan keras membuat motornya menghantam dinding pembatas hingga hancur. Ban yang melayang bahkan sempat mengenai pebalap lain, Fabio Di Giannantonio.
Momen itu membangkitkan memori kelam Rossi tentang insiden di GP Austria 2020.
Saat itu, tabrakan Johann Zarco dan Franco Morbidelli membuat motor melayang nyaris mengenai kepala Rossi dan Maverick Vinales.
Rossi mengaku lega karena nasib baik melindungi Alex Marquez. "Untungnya, semua berjalan baik karena trek lurus di sana sangat sempit," ujar Rossi.
Ia juga bersyukur Alex Marquez berhasil menghindari tabrakan dengan dinding pada sudut berbahaya. "Saya berharap dia baik-baik saja, dia berhasil keluar dari situasi itu dengan selamat," tambahnya.
>>> BYD Pamerkan Seal 6 DM, Sedan Plug-in Hybrid Terbaru di Indonesia
Dilema Mental Setelah Kecelakaan
Rossi mengakui bahwa mengembalikan fokus untuk balapan setelah kecelakaan fatal bukanlah perkara mudah. "Pada akhirnya, Anda tidak benar-benar punya banyak pilihan," ungkapnya.
"Anda tidak bisa begitu saja masuk ke area pit dan berkata, 'Saya takut, saya tidak mau balapan lagi, saya mau pulang,'" jelas Rossi.
Namun, ia menambahkan bahwa mungkin memang seharusnya pebalap melakukan hal itu (pulang) jika merasa tidak siap.
Rossi menekankan bahwa setelah menyaksikan kecelakaan fatal, pebalap menghadapi dilema mental yang berat. Ia mengakui bahwa tidak mudah untuk kembali membalap dengan fokus penuh setelah insiden mengerikan tersebut.
"Pada akhirnya, Anda tidak benar-benar punya banyak pilihan.
Anda tidak bisa begitu saja masuk ke area pit dan berkata, 'Saya takut, saya tidak mau balapan lagi, saya mau pulang,'" ungkap Rossi.
>>> Valentino Rossi Puji Kemenangan Dramatis Fabio Di Giannantonio di Catalunya
Namun, ia menambahkan bahwa mungkin memang seharusnya pebalap melakukan hal itu (pulang) jika merasa tidak siap secara mental.
Update Terbaru
Film Obsession Tawarkan Teror Cinta Berujung Maut, Ini Sinopsis Horor Psikologis yang Viral di X
Rabu / 01-07-2026, 11:08 WIB
Teori Penggemar: Cyberpunk: Edgerunners Season 2 Bisa Berdarah di Awal
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Badai Tunda Laga Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia, Wartawan Senior Pensiun
Rabu / 01-07-2026, 11:05 WIB
Suami Sarah Gibson Kerja Apa? Diska Resha Putra Ternyata Pengusaha dan Pernah Jadi Manajer Klub Sepak Bola
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 2 - 5 Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:02 WIB
Mesin Pinball Lego Fungsional Jadi Set Terbaik Juli 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Yordan Alvarez Pukul Grand Slam, Astros Kalahkan Twins 6-4
Rabu / 01-07-2026, 11:01 WIB
Suporter Meksiko Teriakkan Nyanyian Homofobik ke Kiper Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Javier Aguirre Cadangkan Edson Alvarez di Laga Meksiko vs Ekuador
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Chivas Akhiri Kemitraan dengan Puma, Bersiap Beralih ke Nike
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Cara Efektif Akses Sistem Baru Digitalisasi Bansos Mulai Oktober 2026
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
Mbappe Ancam Rekor Messi dengan 18 Gol dari 18 Laga Piala Dunia
Rabu / 01-07-2026, 11:00 WIB
John Hickenlooper Menang Pemilihan Pendahuluan Senat AS Colorado
Rabu / 01-07-2026, 10:56 WIB






