21 Film yang Akan Menghiasi Layar Lebar Desember 2025: Dari Horor Lokal Hingga Spektakuler Avatar: Fire and Ash
Janur ireng-Instagram-
21 Film yang Akan Menghiasi Layar Lebar Desember 2025: Dari Horor Lokal Hingga Spektakuler Avatar: Fire and Ash
Desember 2025 diprediksi menjadi bulan paling meriah sepanjang tahun di industri perfilman global—termasuk Indonesia. Bagi pencinta bioskop, daftar film yang akan tayang bulan ini menawarkan ragam genre yang sangat beragam: dari drama keluarga, horor mistis, komedi segar, hingga sekuel epik yang telah lama ditunggu-tunggu, seperti Avatar: Fire and Ash. Tak hanya Hollywood, sineas Tanah Air juga tampaknya tak mau kalah dengan sederet judul menarik yang siap mengguncang layar lebar.
Berikut ulasan lengkap 21 film yang siap tayang di bioskop sepanjang Desember 2025, dirangkum dalam tiga kategori utama: film Indonesia, Hollywood, serta film Korea dan Jepang.
Film Indonesia: Dari Konflik Sosial hingga Teror Gaib
Industri film Indonesia kembali menunjukkan keberagaman temanya di penghujung tahun 2025. Sebanyak 12 judul film lokal siap menyapa penonton, menghadirkan narasi yang menyentuh, menegangkan, bahkan mengocok perut.
Awal Desember dibuka dengan tiga film yang masing-masing membawa warna berbeda. Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel (4 Desember) menawarkan kritik sosial tajam lewat kisah nyata seorang penguasa elit yang menyalahgunakan kekuasaannya di wilayah Jakarta Selatan. Judul ini diprediksi akan memicu diskusi publik mengenai ketimpangan sosial dan korupsi di kalangan elite.
Di hari yang sama, penonton juga bisa memilih antara Riba, yang mengangkat isu ekonomi dan praktik rentenir dalam masyarakat urban, atau Wasiat Warisan, drama keluarga yang mengeksplorasi konflik warisan dan trauma masa lalu yang tersembunyi.
Memasuki pekan kedua Desember, bioskop akan diramaikan oleh tiga film beragam genre. Mengejar Restu (11 Desember) mengusung tema religius dengan pendekatan emosional tentang perjuangan seorang anak meminta izin orang tua untuk menikah beda agama. Sementara itu, Mertua Ngeri Kali hadir sebagai komedi satir yang menyindir dinamika mertua-menantu dalam masyarakat modern. Tak ketinggalan, Qorin 2—sekuel dari horor supranatural paling ditunggu—akan membawa penonton kembali ke dunia arwah penjaga yang tak kasat mata, kali ini dengan ancaman yang jauh lebih mengerikan.
Pekan ketiga hanya diisi satu judul: Timur (18 Desember). Film ini menawarkan narasi epik tentang seorang mantan tentara yang kembali ke kampung halamannya untuk menghadapi masa lalunya, dengan latar belakang konflik agraria dan keadilan sosial di wilayah Timur Indonesia.
Sementara itu, akhir Desember menjadi puncak keriuhan perfilman lokal. Tanggal 24 Desember saja, ada empat film yang tayang bersamaan:
Comic 8 Revolution: Santet K4bin3t, kelanjutan dari franchise komedi fenomenal yang kini menyatu dengan unsur horor urban.
Janur Ireng: Sewu Dino The Prequel, spin-off dari kisah legendaris yang menggali kisah awal mula kutukan Sewu Dino.
Patah Hati Yang Kupilih, drama romantis yang mengeksplorasi pilihan sulit antara cinta dan tanggung jawab.
Dan tak ketinggalan, dua film penutup tahun: Dusun Mayit dan Modual Nekad, keduanya menawarkan horor lokal dengan pendekatan budaya Jawa dan Sumatera yang kental.
Film Hollywood: Petualangan, Balas Dendam, dan Dunia Pandora yang Baru
Sementara itu, perfilman Hollywood juga tak mau kalah. Desember 2025 membawa enam judul internasional yang siap memanjakan mata dan adrenalin penonton global.
Yang paling ditunggu-tunggu tentu saja Avatar: Fire and Ash, sekuel ketiga dari saga Avatar karya James Cameron. Setelah kesuksesan Avatar: The Way of Water, kini dunia Pandora akan kembali hadir dengan visual spektakuler, konflik yang semakin kompleks, serta eksplorasi tema ekologi, kolonialisme, dan identitas. Meski tanggal pastinya belum diumumkan resmi, studio memastikan film ini akan tayang pada Desember 2025 secara global.
Selain itu, penggemar horor bisa menyambut Five Nights at Freddy’s 2 (3 Desember), sekuel dari adaptasi game horor yang sukses besar di 2023. Kali ini, ceritanya meluas ke asal-usul animatronik mematikan dan konspirasi di balik perusahaan Fazbear Entertainment.