Argy Kembali Bertugas di KAI: Bobby Rasyidin Tegaskan Komitmen Terhadap Keadilan dan Pelayanan Publik

Argy Kembali Bertugas di KAI: Bobby Rasyidin Tegaskan Komitmen Terhadap Keadilan dan Pelayanan Publik

Bobby-Instagram-

Argy Kembali Bertugas di KAI: Bobby Rasyidin Tegaskan Komitmen Terhadap Keadilan dan Pelayanan Publik

Dalam kisah yang sempat mengguncang jagat media sosial dan memicu gelombang empati dari masyarakat, nasib Argy—petugas KAI Commuter—akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat diberhentikan akibat tuduhan pencurian tumbler senilai ratusan ribu rupiah, Argy kini dinyatakan tetap menjadi bagian dari keluarga besar PT Kereta Api Indonesia (Persero). Keputusan ini diambil langsung oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, yang turun tangan menangani kasus viral tersebut dengan penuh transparansi dan kehati-hatian.



Kasus Viral yang Mengguncang Dunia Maya
Segalanya bermula ketika seorang penumpang KRL bernama Anita melaporkan kehilangan tumbler berwarna biru yang disimpan dalam coolerbag-nya. Coolerbag tersebut sempat tertinggal di stasiun dan dikembalikan oleh petugas. Namun, ketika Anita menerima kembali barangnya, ia menyatakan bahwa tumbler tersebut tidak ada di dalam tas.

Kemarahan Anita pun meluap. Ia menuliskan pengalaman tersebut di akun Threads-nya dengan username @anitadewl, menuding petugas bernama Argy sebagai pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya barang pribadinya. Postingan itu viral dalam hitungan jam, memicu reaksi keras dari netizen yang membanjiri media sosial dengan berbagai narasi—dari yang mendukung Anita hingga yang membela Argy.

Dalam tekanan publik yang begitu besar, KAI awalnya mengambil keputusan untuk memberhentikan sementara Argy dari tugasnya. Melalui akun Twitter pribadinya, @argi_bdsyh, Argy menulis pesan singkat yang menyayat hati:


“Saya sudah diberhentikan, ka.”

Kalimat itu bukan hanya pengakuan atas nasib pribadinya, tetapi juga simbol dari betapa rentannya nasib pekerja lapangan ketika berhadapan dengan opini publik yang kerap kali terbentuk tanpa proses investigasi yang adil.

Intervensi Langsung Sang Dirut: Bobby Rasyidin Turun Tangan
Namun, alur cerita tidak berhenti di sana. Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI, langsung mengambil alih penanganan kasus ini. Ia memerintahkan tim internal untuk melakukan verifikasi menyeluruh, termasuk menelusuri rekaman CCTV, keterangan saksi, serta prosedur pengembalian barang temuan yang berlaku di stasiun terkait.

Selain itu, Bobby juga menggelar rapat khusus bersama jajaran direksi KAI untuk membahas nasib Argy secara holistik—tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga pertimbangan kemanusiaan, reputasi perusahaan, dan prinsip keadilan sosial.

Hasilnya? Argy dinyatakan tidak terbukti melakukan pelanggaran yang disangkakan. Dan yang lebih penting lagi, ia dinyatakan tetap sebagai bagian dari garda terdepan pelayanan publik KAI Commuter.

TAG:
Sumber:

l3

Berita Lainnya