Personel aktif Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) diwajibkan mengirimkan data rasio pinggang-tinggi (waist-to-height ratio/WHtR) melalui aplikasi myBodyComp paling lambat 31 Juli.

Namun, Angkatan Udara menegaskan bahwa pengukuran satu kali ini tidak akan mempengaruhi skor kebugaran resmi di bawah tes yang telah direvisi.

>>> Samsung Janjikan Harga Kacamata Pintar di Tingkat Wajar

Dalam pernyataan resmi, Angkatan Udara menyebut pengumpulan data biometrik ini bertujuan untuk menetapkan dasar bagi Program Kebugaran Fisik yang dimodernisasi.

Seorang juru bicara Angkatan Udara mengatakan kepada Task & Purpose bahwa pengukuran WHtR satu kali ini terpisah dari Penilaian Kebugaran Fisik resmi (PFRA) dan tidak akan mendorong tindakan personel.

Pernyataan itu menambahkan bahwa ke depannya, personel akan mengukur WHtR sebagai bagian dari PFRA resmi mereka.

>>> Kacamata Pintar Samsung Hadapi Pesaing dari Apple pada 2027

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara Kenneth Wilsbach menulis kepada personel bahwa penilaian WHtR merupakan komponen penting dari program kebugaran secara keseluruhan dan memberikan komandan alat lain untuk memahami kesiapan dan kesehatan pasukan.

Personel yang telah diukur antara 1 Maret hingga 30 Juni tidak perlu melakukan pengukuran ulang.

>>> Cara Menghilangkan Titik Oranye di Samsung Keyboard yang Mengganggu

Sementara itu, personel Cadangan dan Garda Nasional Angkatan Udara memiliki tenggat hingga 31 Agustus untuk mengirimkan data WHtR.

Angkatan Udara mengumumkan tes kebugaran yang diperbarui tahun lalu dan mulai diterapkan pada Juli.

PFRA dijadwalkan diambil dua kali setahun dan mencakup tes push-up, kekuatan inti seperti sit-up, serta pengukuran WHtR.

>>> Samsung Tingkatkan Kecepatan Chip AI HBM5 Hingga 50% dengan Proses 2nm

Tes kardio meliputi lari dua mil atau High Aerobic Multi-Shuttle Run (HAMR).