Opera Browser baru saja meluncurkan fitur keamanan bernama Paste Protect. Fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari serangan siber yang memanfaatkan clipboard.

Serangan yang menjadi target utama adalah ClickFix, teknik social engineering yang menampilkan pesan error palsu atau CAPTCHA palsu.

>>> Mantan Engineer Microsoft Sindir Windows 11, Bikin Notepad Hanya 2,5 KB Tanpa AI

Korban kemudian diminta menyalin dan menjalankan perintah berbahaya melalui Run, Command Prompt, atau PowerShell.

Dua Lapisan Perlindungan

Paste Protect terdiri dari dua lapisan perlindungan. Pertama, Hijack Protection yang sudah ada sejak 2021, mencegah aplikasi lain mengganti isi clipboard secara diam-diam.

Kedua, Injection Protection yang menjadi fitur baru. Fitur ini memantau clipboard secara real-time dan mendeteksi jika ada aplikasi atau situs yang menyisipkan perintah mencurigakan.

Jika aktivitas berbahaya terdeteksi, Opera akan memblokir proses tersebut dan menampilkan notifikasi peringatan. Ikon peringatan merah juga muncul di address bar sebagai indikator.

>>> Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce: Lena Dunham Bikin Lelucon Kasar dalam Pidato

Pengguna masih bisa melihat 120 karakter pertama dari isi clipboard yang diblokir untuk memastikan apakah benar-benar berbahaya atau false positive.

Opera juga menyediakan opsi whitelist untuk situs tertentu.

Bagi pengguna yang yakin dengan isi clipboard, mereka bisa memaksa proses copy tetap berjalan dengan menahan tombol Ctrl + C selama lima detik.

Menurut Opera, Paste Protect adalah fitur bawaan pertama di browser modern yang secara khusus melindungi clipboard dari serangan seperti ClickFix.

>>> Kepala Sampai Benjol, Messi Akui Cape Verde Lawan Kuat

Browser lain biasanya masih mengandalkan ekstensi atau aplikasi pihak ketiga.