Suasana konferensi pers BKFC Liberty Brawl di Philadelphia, Pennsylvania, pada Rabu (2/7) memanas setelah petarung Johnny Garbarino melempar cannoli ke arah lawannya, Mike Richman.

Insiden itu nyaris memicu perkelahian massal sebelum pihak keamanan turun tangan. Kedua petarung dijadwalkan bertarung di laga co-main event pada Jumat ini.

>>> Juventus Lobi Aston Villa untuk Transfer Emiliano Martinez

Richman awalnya tampak tenang setelah terkena lemparan cannoli pertama. "Apa kau merasa lebih baik, nak?"

tanyanya kepada Garbarino.

"Kau tidak akan membuatku marah. Aku akan menyimpannya untuk Jumat nanti," tambah Richman.

Namun, ketegangan kembali memuncak saat kedua petarung saling melontarkan makian dari tempat duduk mereka. Richman kemudian mengambil kursi lipat dan berlari ke arah Garbarino.

"Diam, kau pengecut!" teriak Richman.

"Kau bayi kecil. Tidak ada yang mendukungmu.

Diam dan bertarunglah Jumat nanti!"

Saat sesi faceoff terakhir, petugas keamanan berusaha menjaga jarak. Garbarino kembali melempar cannoli, yang nyaris mengenai Presiden BKFC David Feldman.

Langkah Besar bagi Garbarino

Pertarungan ini menjadi ujian besar bagi Garbarino yang berusia 30 tahun dan belum terkalahkan dengan rekor 4-0. Ia belum pernah menghadapi petarung dengan rekor kemenangan.

"Saya sudah meminta pertarungan sulit sejak sebelum memulai bare-knuckle," ujar Garbarino. "Saya ingin melawan yang terbaik.

Saya melakukan ini demi kejayaan, bukan uang."

Garbarino baru pulih dari cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen hampir setahun. Ia merasa pertarungan ini datang di waktu yang tepat.

"Jika melihat catatan, dia punya lebih banyak pertarungan. Dia veteran.

Tapi saya punya perspektif berbeda," katanya.

Petarung asal Philadelphia itu berharap dapat meninggalkan warisan di olahraga ini, terutama saat bertarung di depan pendukungnya sendiri.