Chile mengambil langkah strategis di industri perkapalan dengan mengadopsi teknologi WAAM (Wire Arc Additive Manufacturing), sebuah bentuk pencetakan 3D logam skala besar.

Proyek ini dipimpin oleh AddiTech-USM dari Universidad Técnica Federico Santa María dan didanai melalui Program Penyerapan Teknologi CORFO.

>>> Strategi Corporate Real Estate Jadi Kunci Ekspansi Global Perusahaan Tiongkok

Tujuannya adalah menciptakan ekosistem nasional untuk pembuatan dan perbaikan komponen logam besar, sehingga kapal tidak perlu lama menunggu suku cadang dari luar negeri.

Apa Itu WAAM?

WAAM adalah pencetakan 3D industri yang menggunakan kawat las sebagai bahan baku, bukan filamen plastik.

Sistem robotik melelehkan kawat logam dengan busur listrik dan membangun komponen lapis demi lapis.

Proses ini mampu menghasilkan 2,2 hingga 22 pon logam per jam, cocok untuk komponen besar.

Dengan WAAM, galangan kapal Chile berharap mengurangi limbah industri dan ketergantungan pada rantai pasok asing.

>>> 7 Produk Meta yang Super Canggih dan Jarang Diketahui Publik

Dampak Lingkungan dan Strategis

Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi WAAM dan pemesinan dapat mengurangi beban lingkungan hingga 58% dibandingkan pemesinan tradisional.

Penghematan material mencapai 70% dan pengurangan limbah baja hingga 80%.

Proyek ini sejalan dengan Kebijakan Perkapalan Nasional Chile 2025-2040 yang bertujuan memperkuat industri perkapalan yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Pada Juli 2025, ASMAR meresmikan Pusat Manufaktur Canggih di Valparaíso dengan investasi sekitar $3 juta.

Pada Oktober 2025, USM dan ASMAR Valparaíso menandatangani perjanjian kerja sama untuk penelitian terapan, transfer teknologi, dan pelatihan.

>>> Daloha Beach & Dive Resort Morotai: Sinema Alam dari Fajar hingga Senja

Kualitas tetap menjadi tantangan utama. Proyek ini menekankan pemantauan real-time dan pengujian non-destruktif untuk memastikan komponen memenuhi standar kelautan.