Aturan offside dalam sepak bola modern kini terdiri dari 45 klausa dan lebih dari 1.000 kata, menurut laporan New York Times pada 2 Juli 2026.

Padahal, konsep awalnya cukup sederhana. Kompleksitas ini muncul karena keinginan pembuat aturan untuk membolehkan lebih banyak gol terjadi.

>>> Timnas AS Hadapi Bosnia di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Namun, kehadiran teknologi video justru sering menghasilkan efek sebaliknya dengan menganulir gol-gol yang sudah tercipta.

Sejarah dan Definisi Offside

Offside diperkenalkan pada awal perkembangan sepak bola untuk mencegah pemain terus-menerus mengerumuni kiper lawan.

Berdasarkan aturan saat ini, seorang penyerang berada dalam posisi offside jika bagian tubuhnya (kecuali tangan dan lengan) berada di daerah lawan dan lebih dekat ke garis gawang lawan dibandingkan bola serta setidaknya dua pemain bertahan.

>>> Kerapuhan Pertahanan Bayangi Swiss dan Aljazair Jelang Laga Knockout

Pelanggaran offside hanya terjadi saat permainan terbuka atau langsung dari tendangan bebas. Pemain tidak bisa dihukum offside dari tendangan gawang, lemparan ke dalam, atau tendangan sudut.

Asisten wasit di pinggir lapangan melacak posisi penyerang saat bola dimainkan. Mereka langsung mengangkat bendera untuk pelanggaran jelas, atau menunggu hingga serangan selesai untuk keputusan yang ketat.

Video asisten wasit (VAR) meninjau keputusan ketat jika terjadi gol, memastikan kesalahan dapat diperbaiki.

>>> Lisa Kudrow dan Jean Smart Bersaing di Emmy Komedi

Aturan subjektif juga menyebutkan bahwa penyerang dalam posisi offside yang tidak menyentuh bola tetap bisa dihukum jika secara langsung menghalangi kemampuan lawan bertahan, misalnya dengan menghalangi pandangan kiper atau berebut bola.